PERANG ANTARA KAUM MUSLIMIN DAN KAUM YAHUDI

325
Perkiraan waktu baca: 5 menit
image_pdfUnduh PDF

REDAKSI HADIS:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهُ صلى الله عليه وسلم: لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتّى يُقَاتِلَ الْمُسْلمُوْنَ اليَهُوْدَ، فَيَقْتُلُهُمْ المُسْلِمُوْنَ، حَتَّى يَخْتَبِيءَ اليَهُوْدِيُّ مِنْ وَرَاءِ الحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُوْلُ الحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ ياَ عَبْدَ اللهِ هَذَا يَهُوْدِيٌّ خَلْفِي، فَتَعَالَ فَاقْتلْه إِلَّا الغَرْقَدَ، فَإِنَّهَ مِنْ شَجَرِ اليَهُوْدِ

Dari Abu Hurairah raiyallāhu ‘anhu, Rasulullah allallāhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hari kiamat tidak akan terjadi hingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi sampai kaum muslimin mengalahkan mereka, sampai orang-orang Yahudi bersembunyi di belakang bebatuan dan pepohonan. Bebatuan dan pepohonan itu menyeru, ‘Wahai orang muslim wahai hamba Allah, ada orang Yahudi yang bersembunyi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah ia!’ Kecuali pohon Garqad, ia adalah pohon Yahudi.’”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis dengan lafaz di atas diriwayatkan oleh Imam Muslim (2922) dan Imam Ahmad (9398) dari jalur Qutaibah bin Said, dari Ya’qūb bin Abdurrahman al-Zuhri, dari Suhail bin Abu Ṣālih, dari Abu Ṣālih Zakwan al-Samman, dari Abu Hurairah raiyallāhu ‘anhu, dari Rasulullah allallāhu ‘alaihi wasallam.

Sanad ini merupakan salah satu mata rantai sanad termasyhur dari Abu Hurairah, yaitu jalur periwayatan Suhail bin Abu Ṣālih, dari Abu Ṣālih Zakwān al-Sammān, dari Abu Hurairah raiyallāhu ‘anhu.

PROFIL SAHABAT:

Nama beliau yang paling kuat adalah Abdurrahman bin Shakhr al-Dausi, namun beliau sangat masyhur dengan kuniyah-nya, profil beliau dapat ditelaah di link di bawah ini,

https://markazsunnah.com/perisai-bagi-abu-hurairah-radhiyallahu-anhu/

PENJELASAN HADIS:

Hadis ini merupakan sebuah informasi terkait sebuah peristiwa dahsyat yang terjadi di akhir zaman, bahkan menandai dekatnya dunia dengah hari kiamat. Peristiwa besar ini merupakan bagian dari sunnah kauniyyah yang telah ditetapkan oleh Allah azza wajalla bagi manusia. Sebagai seorang muslim kewajiban kita adalah meyakini dan mempercayai kebenaran kejadian ini pada waktu yang telah ditetapkan oleh-Nya.

  • Sabda Rasulullah allallāhu ‘alaihi wasallam,

لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتّى يُقَاتِلَ الْمُسْلمُوْنَ اليَهُوْدَ

Hari kiamat tidak akan terjadi hingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi.”

Nampaknya perang ini adalah perang besar dan final yang terjadi antara kaum muslimin dengan kaum Yahudi, sebab perang ini terjadi pada masa turunnya Nabi Isa ‘alaihi al-salam ke dunia di akhir zaman, yang mana kemudian beliau beserta kaum muslimin berperang melawan dajal yang didukung oleh kaum Yahudi,[1] maka perang ini adalah perang yang sangat dahsyat.

Jika demikian, maka peperangan ini merupakan salah satu tanda kiamat besar, bahkan termasuk tugas Nabi Isa ‘alaihi al-salam ketika diturunkan ke bumi di akhir zaman, yaitu memimpin kaum muslimin berperang melawan dajal, yang mayoritas pendukung dan pasukannya adalah kaum Yahudi, dan Imam Muslim meletakkan hadis ini setelah hadis tentang 10 tanda kiamat besar yang mengindikasikan bahwa peristiwa ini termasuk dalam perincian peristiwa tanda kiamat besar, yaitu munculnya dajal dan turunnya Nabi Isa.

Ibnu Taimiyah mengatakan,

اليهود إنما ينتظرون المسيح الدجال، فإنه الذي يتبعه اليهود، ويخرج معه سبعون ألف مطيلس من يهود أصبهان، ويقتلهم المسلمون معه، حتى يقول الشجر والحجر : يا مسلم ! هذا يهودي ورائي تعال فاقتله

“Sesungguhnya kaum Yahudi menunggu kedatangan dajal karena merekalah yang menjadi pengikut dajal, dan ikut berperang bersama dajal tujuh puluh ribu kaum Yahudi dari Asbahan melawan kaum muslimin, sampai bebatuan dan pepohonan menyeru, “Wahai orang muslim, ada orang Yahudi yang bersembunyi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah ia!”[2]

Namun sebagian ulama berpendapat bahwa ada kemungkinan perang yang diinformasikan oleh hadis di atas terjadi sebelum diturunkannya Nabi Isa ‘alaihi al-salam, yang mana ada suatu masa keadaan kaum muslimin membaik, sehingga mereka bersatu di atas kebenaran dan hidayah, dan dipimpin oleh pemimpin yang adil dan saleh sehingga mereka dianugerahi kemenangan dalam peperangan melawan bangsa Yahudi.[3]

Menurut interpretasi ini, maka kandungan hadis ini adalah bagian dari tanda kiamat kecil.

  • Sabda Rasulullah allallāhu ‘alaihi wasallam,

فَيَقْتُلُهُمْ المُسْلِمُوْنَ

“Sampai kaum muslimin mengalahkan mereka.”

Ini adalah berita gembira bagi kaum muslimin bahwa kemenangan bersama mereka dalam peperangan tersebut.

Sabda Rasulullah allallāhu ‘alaihi wasallam,

حَتَّى يَخْتَبِيءَ اليَهُوْدِيُّ مِنْ وَرَاءِ الحَجَرِ وَالشَّجَرِ

Sampai orang-orang Yahudi bersembunyi di belakang bebatuan dan pepohonan.”

Ini adalah gambaran kekalahan dan kehinaan yang melingkupi kaum Yahudi dalam perang tersebut, sampai mereka harus menyelamatkan diri dengan bersembunyi di belakang pepohonan dan bebatuan, bahkan di dalam riwayat yang lain, ada informasi dari Rasulullah yang lebih miris,

فَيَفِرَّ الْيَهُودِيُّ وَرَاءَ الْحَجَرِ

“Sampai kaum Yahudi melarikan diri di belakang bebatuan.”[4]

Lafaz ini mendeskripsikan kekalahan telak bagi mereka.

  • Sabda Rasulullah allallāhu ‘alaihi wasallam,

فَيَقُوْلُ الحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ ياَ عَبْدَ اللهِ هَذَا يَهُوْدِيٌّ خَلْفِي ، فَتَعَالَ فَاقْتلْه

Bebatuan dan pepohonan itu menyeru, ‘Wahai orang muslim wahai hamba Allah, ada orang Yahudi yang bersembunyi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah ia!’

Bahkan ketika kaum Yahudi telah terbirit-birit bersembunyi di belakang bebatuan dan pepohonan, hal tersebut bukan solusi bagi mereka, mereka akan tetap dikejar dan diperangi, seakan tidak ada jalan keluar bagi mereka kecuali mati atau menyerah kalah.

Bicaranya bebatuan dan pepohohan kepada kaum muslimin pada perang tersebut memiliki dua interpretasi di kalangan para ulama,

Pertama: aktifitas bicara bebatuan dan pepohonan kepada kaum muslimin adalah makna hakiki, Allah azza wajalla yang menjadikan mereka mampu berbicara pada saat itu.

Kedua: sebagian ulama berpendapat bahwa makna dari bicara di atas bukan makna secara hakiki, tapi secara majaz.[5]

Kendati makna yang pertama sangat aneh dan ganjil menurut pandangan manusia, namun hal tersebut bukan mustahil bagi kemampuan dan kekuatan Allah azza wa jalla[6], apalagi banyak peristiwa yang terjadi di akhir zaman yang lebih aneh dan ganjil dari sekedar bicaranya bebatuan dan pepohohan, seperti munculnya dajal dengan segala kemampuannya, muncul Yakjuj dan Makjuj, munculnya hewan besar yang dapat berbicara, dan terbitnya matahari dari arah barat dan sebagainya.

  • Sabda Rasulullah allallāhu ‘alaihi wasallam,

إِلَّا الغَرْقَدَ، فَإِنَّهَ مِنْ شَجَرِ اليَهُوْدِ

Kecuali pohon Garqad, ia adalah pohon Yahudi.”

Pohon Garqad adalah salah satu jenis pohon yang berduri yang banyak tumbuh di Baitulmaqdis (Palestina). Di sanalah dajal dibunuh dan terjadi peperangan dengan Yahudi.[7]

Lafaz ini secara implisit memaparkan tentang lokasi kejadian perang dahsyat ini, yaitu di Baitulmaqdis, Palestina, sebab pohon Garqad banyak tumbuh di daerah tersebut.

FIKIH HADIS:

  • Hadis ini merupakan salah satu tanda kenabian Nabi Muhammad allallāhu ‘alaihi wasallam dan kebenaran risalahnya, sebab kandungan hadis ini merupakan informasi terkait peristiwa yang akan datang yang termasuk ke dalam perkara gaib.
  • Hadis ini menunjukkan kekalnya agama Islam sampai datangnya hari kiamat.
  • Diantara sunnah kauniyyah yang ditetapkan oleh Allah, dan merupakan salah satu tanda besar datangnya hari kiamat adalah terjadinya perang dahsyat antara kaum muslimin melawan bangsa Yahudi, dan lokasi dari perang tersebut adalah di bumi Palestina.
  • Dalam perang ini, semua pepohonan dan bebatuan membantu kaum muslimin untuk memerangi bangsa Yahudi, kecuali pohon Garqad.[8]
  • Kaum muslimin dianugerahi kemenangan yang gemilang dalam pertempuran ini.
  • Di antara tanda yang barangkali dapat dijadikan indikasi kebenaran dari peperangan ini adalah berkumpulnya orang-orang Yahudi di negeri Palestina pada zaman ini, padahal sebelumnya mereka hidup berpencar dan tidak memiliki tempat dan negara khusus untuk mereka tinggali bersama.
  • Keutamaan negeri Syam, terkhusus Palestina, yang mana di akhir zaman negeri ini menjadi saksi terjadinya peristiwa besar dan dahsyat.
  • Hadis ini menegaskan keutamaan kaum muslimin yang hidup di bumi Syam secara umum, dan secara khusus kaum muslimin yang hidup di Palestina yang berperang dengan bangsa Yahudi, sebab pohon Garqad banyak tumbuh di negeri tersebut, dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda,

لَا يَزَالُ أَهْلُ الْغَرْبِ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ حَتَّى تَقُوْمَ السَّاعَةُ

“Akan senantiasa Ahlu al-Garb dimenangkan di atas kebenaran sampai datang hari kiamat.”[9]

Banyak interpretasi terkait lafaz Ahlu al-Garb, di antaranya adalah penduduk Syam, dan di dalam riwayat yang lain, “Mereka di Baitulmaqdis.”[10]

Dan di dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda,

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ، وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوهُمْ يَا أَهْلَ الشَّامِ

Akan senantiasa ada sekelompok di kalangan umatku yang dimenangkan di atas kebenaran, dan sungguh aku berharap kelompok tersebut adalah kalian wahai penduduk Syam.”[11]


Footnote:

[1] Irsyādu al-Sāri karya al-Qastalāni (5/105), dan ‘Umdatu al-Qāri karya Badruddin al-Aini (21/426).

[2] Al-Jawāb al-Sahīh liman Baddala dīna al-Masīh (2/30).

[3] . https://binbaz.org.sa/fatwas/13685/%D8%A8%D9%8A%D8%A7%D9%86-%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB-%D9%82%D8%AA%D8%A7%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85%D9%8A%D9%86-%D9%84%D9%84%D9%8A%D9%87%D9%88%D8%AF-%D9%88%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%8A-%D8%B2%D9%85%D9%86

[4] Musnad Ahmad (9172).

[5] ‘Umdatu al-Qāri karya Badruddin al-Aini (21/426).

[6] Idem.

[7] Al-Minhāj Syarhu Sahīh Muslim karya Imam Nawawi (18/45).

[8] https://www.dorar.net/hadith/sharh/61547

[9] Sahih Muslim (1952).

[10] Al-Minhāj Syarhu Sahīh Muslim karya Imam Nawawi (13/68).

[11] Musnad Ahmad (19290).

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments