IBNU SYIHAB AL-ZUHRI (ULAMA DENGAN ANDIL BESAR DALAM PEMBUKUAN HADIS)

303
Perkiraan waktu baca: 4 menit
image_pdfUnduh PDF

(Ulama dengan Andil Besar dalam Pembukuan Hadis)

Pembukuan hadis terjadi di zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz di mana Umar melihat pentingnya untuk mengumpulkan hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam. Terpilihlah Ibnu Syihab untuk mengemban tugas tersebut. Ditulislah lembaran demi lembaran hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam yang kemudian atas perintah khalifah lembaran-lembaran tersebut dikirimkan ke setiap daerah-daerah kaum muslimin.

Ibnu Syihab sendiri memiliki nama asli Muhammad bin Muslim bin Ubaidullah bin Abdullah bin Syihab bin Abdullah al-Qurasyi al-Zuhri. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Syihab al-Zuhri. Ayahnya adalah Muslim bin Ubaidillah seorang perawi hadis yang tsiqah (terpercaya), lahir di Kota Madinah Munawwarah pada tahun 58 H.

AlZuhri dan Kisah Menuntut Ilmu

Al-Zuhri hidup di masa-masa keemasan Islam, bertemu dengan sepuluh orang sahabat Nabi di antaranya Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, dan selainnya. Beliau juga mengambil ilmu dari para pembesar tabiin di antaranya adalah Said bin Musayyib. Mengenai gurunya yang satu ini, al-Zuhri pernah berkata, “Lututku senantiasa menempel pada lutut Said bin Musayyib selama delapan tahun.” Beliau juga bertemu dan belajar dari Ali bin Husain, Urwah bin Zubair, dan selainnya. Adapun murid-murid beliau yang paling terkenal adalah Imam Malik, al-Laits bin Saad, Sufyan al-Tsauri, Sufyan bin Uyainah, dan para pembesar dari atba’ tabi’in lainnya.

Keseriusan al-Zuhri dalam menimba ilmu telah dipersaksikan oleh ulama di masanya, bahkan khalifah Umawiyah Abdul Malik bin Marwan mengakui dan sangat menghargai semangat dari al-Zuhri. Disebutkan dalam sebuah kisah bahwasanya al-Zuhri pernah bertemu dengan khalifah Abdul Malik di kota Syam, kemudian khalifah bertanya kepadanya, “Apakah engkau menghafal al-Qur’an?” “Ya,” jawab al-Zuhri. Kemudian khalifah melanjutkan pertanyaannya seputar faraid dan sunah, dan al-Zuhri menjawab semuanya dengan baik hingga membuat sang khalifah terkagum kepadanya serta memberikan hadiah kepada al-Zuhri dan melunaskan semua utang-utangnya. Sang Khalifah kemudian berkata kepadanya, “Carilah ilmu agama, sungguh aku melihat potensi hafalan yang kuat pada dirimu dan kecerdasan dalam kalbumu! Datangilah orang-orang Anshar di rumah-rumah mereka!” Sejak saat itulah al-Zuhri pun berpergian ke rumah-rumah orang Anshar dan para sahabat yang tersisa untuk belajar darinya.

Kekuatan Hafalan dan Ilmunya

Di antara kelebihan Ibnu Syihab adalah kekokohan dan kuatnya dalam hal hafalan. Pantaslah jika Ibnu Syihab pernah berkata mengenai dirinya, “Tidak pernah kalbuku menghafalkan sesuatu kemudian melupakannya.”

Para ulama sendiri banyak menyebutkan dan kagum terhadap kekokohan hafalan dari Ibnu Syihab al-Zuhri. Di antaranya adalah perkataan al-Laits, “Aku belum pernah melihat seorang ulama yang ilmunya lebih lengkap dari al-Zuhri. Seandainya dia berbicara tentang motivasi dan semangat niscaya engkau akan mengatakan, ‘Dia adalah orang yang paling ahli dalam bidang ini. Apabila dia berbicara tentang ilmu nasab, engkau pasti juga mengatakan hal yang sama. Jika berbicara tentang al-Qur’an dan sunah, engkau juga pasti akan mengatakan hal yang sama bahwa dialah yang paling ahli dalam bidang ini.”

Imam Malik juga pernah berkisah, “Suatu ketika al-Zuhri menyampaikan hadis yang panjang kepadaku namun aku belum mampu menghafalnya. Aku pun bertanya kepadanya untuk yang kedua kalinya.  Al-Zuhri pun berkata kepadaku, ‘Bukankah kami telah menyampaikan kepada kalian?’”

Ali al-Madini menyebutkan sebagaimana yang dinukil oleh al-Zahabi bahwa jumlah hadis yang dimiliki oleh al-Zuhri adalah 2.200 hadis. Abu Daud juga menyebutkan bahwa al-Zuhri menghafal 2.200 hadis tanpa ada kesalahan. Ali al-Madini juga menyebutkan bahwa al-Zuhri menghafal al-Qur’an dalam 80 malam.

Mengapa Hafalan al-Zuhri Begitu Kuat?

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Imam al-Zuhri adalah orang yang paling baik hadisnya dan paling baik sanadnya.”  Namun apa yang menyebabkan hafalan al-Zuhri begitu kuat?

Jawabannya adalah sebagaimana yang dituturkan oleh Abu Abdirahman Ibn Abu Zinad dari bapaknya, Abu Zinad, dia berkata, “Dulu kami pernah berkeliling bersama Ibnu Syihab mencari ilmu sementara Ibnu Syihab selalu membawa kertas lembaran-lembaran untuk menulis hadis. Abu Zinad berkata, ‘Melihat itu kami pun menertawai Ibnu Syihab dan meremehkannya karena membawa kertas sedangkan kami menghafal.’”

Dalam riwayat yang lain disebutkan Abu Zinad berkata, “Dahulu kami menulis dan menghafal permasalahan yang halal dan haram, dan Ibnu Syihab menulis dan menghafal semua apa yang dia dengar. Tatkala ilmunya dibutuhkan, barulah kami sadar bahwa dia adalah orang yang paling berilmu dari kami.”

Hal semisal juga diceritakan oleh Saleh bin Kaisan, “Aku pernah bersama al-Zuhri dalam perjalanan mencari ilmu, maka kami pun berkata, ‘Mari kita menulis alSunan!’ Kami pun menulis apa yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kemudian Ibnu Syihab berkata, ‘Mari menulis apa yang datang dari sahabat karena itu juga adalah bagian dari sunah!’ Maka aku berkata, ‘Adapun aku, apa yang bukan dari sunah (datangnya dari Nabi) maka janganlah kita menulisnya.’ Saleh bin Kaisan pun berkata, ‘Maka Ibnu Syihab pun menulis dan berhasil, adapun kami tidak menulisnya dan gagal.’”

Imam al-Zuhri pernah berkata, “Penyakit ilmu ini adalah penyakit lupa dan tidak mengulang hafalan tersebut.”

Sanjungan Ulama Terhadap Ibnu Syihab alZuhri rahimahullah

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Imam al-Zuhri adalah orang yang paling baik hadisnya dan paling baik sanadnya.” Itulah yang terkenal dari para ahli hadis tentang silsilah dzahabiyah (sanad emas) dari penduduk Madinah, yaitu riwayat Imam Malik, dari al-Zuhri, dari Nafi’, dari Ibnu Umar.

Imam al-Syafi’i mengatakan, “Kalau bukan karena al-Zuhri niscaya akan hilang sunah-sunah di Kota Madinah.”

Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkata mengenai pribadi al-Zuhri, “Temuilah al-Zuhri karena sesungguhnya tidak ada yang tersisa saat ini orang yang lebih paham terhadap sunah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam daripadanya (al-Zuhri)!”

Ali al-Madini berkata, “Adalah mereka berenam yang dijadikan sandaran oleh manusia dalam permasalahan hadis: Al-Zuhri untuk penduduk Madinah, Amru bin Dinar untuk penduduk Makkah, Abu Ishaq dan A’masy untuk penduduk Kufah, serta Yahya bin Abi Katsir dan Qatadah untuk penduduk Bashrah.”

Perkata Mutiara Ibnu Syihab alZuhri rahimahullah

Imam al-Zuhri berkata, “Tidaklah Allah subhanahu wa ta’ala itu diibadahi (disembah) dengan sesuatu yang lebih baik dibanding dengan ilmu.”

Imam al-Zuhri juga berkata, “Perbanyaklah melakukan sesuatu yang tidak akan disentuh api neraka.” Lalu ada yang bertanya, “Apakah itu?” Beliau menjawab, “Perbuatan baik.”

Wafatnya Imam Ibnu Syihab al-Zuhri

Setelah melalui kehidupannya yang penuh dengan kecintaan terhadap ilmu dan zuhud terhadap dunia, jiwa yang mulia ini kembali kepada penciptanya pada Bulan Ramadan di tahun 124 H menurut sebagian para ulama. Al-Zuhri meninggal di Syaghab, daerah perbatasan antara Hijaz dan Palestina. Di antara wasiatnya sebelum meninggal adalah agar dia dikuburkan di pinggir jalan agar setiap yang lewat mendoakannya. Semoga Allah merahmatinya dan melapangkan kuburnya sebagai balasan atas jasa beliau terhadap sunah-sunah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Catatan:

Ini hanyalah segelintir dari apa yang bisa kami kutip untuk biografi ulama ini. Tentunya begitu banyak faedah yang bisa kita petik dari kehidupannya. Oleh karena itu, kami salurkan beberapa rujukan agar kiranya kisah ulama pewaris Nabi ini tetap bisa kita pelajari dengan kembali merujuk pada referensi yang kami berikan. Jazakumullahu khairan.

Referensi:

  1. Siyar A’lam al-Nubala, karya Imam al-Zahabi.
  2. Tahdzib al-Tahdzib dan Taqrib al-Tahzib, karya Ibnu Hajar al-Asqalani.
  3. Talamidz al-Zuhri wa Tabaqhatuhum fi al-Jami’ alShahih lil Imam al-Bukhari karya Ziyad Al-‘Abady.
  4. https://islamstory.com
  5. https://islamweb.net/

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments