ABDULLAH BIN UMAR, TELADAN PARA PENCINTA SUNAH

175
Perkiraan waktu baca: 3 menit
image_pdfUnduh PDF

Nama, Kuniyah, dan Nasabnya

Namanya adalah Abdullah bin Umar bin al-Khattab bin Nufail bin Abdil Uzza bin Riyah bin Abdillah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr. Ibunya bernama Zainab bintu Madz’un. Kuniyah Abdullah bin Umar adalah Abu Abdirrahman. 

Terdapat khilaf di kalangan ulama tentang kelahiran Abdullah bin Umar, sebahagian berpendapat bahwa beliau lahir setahun sebelum Nabi shallalahu alaihi wa sallam diangkat sebagai Rasul di kota Mekah, ulama lainnya berpendapat bahwa beliau lahir sepuluh tahun sebelum turunnya perintah untuk hijrah ke kota Madinah. Beliau masuk Islam bersamaan dengan bapaknya, Umar bin al-Khattab. Saat itu beliau belum memasuki usia balig, kemudian berhijrah bersama bapaknya ke kota Madinah ketika umurnya masuk sepuluh tahun.(1)

Abdullah bin Umar termasuk sahabat yang ahli ibadah bahkan ia dikenal dengan sifat ini sejak masih muda. Beliau termasuk al-Abadilah al-Arba’ah atau yang dikenal sebagai pemberi fatwa sejak usia muda. Tiga di antaranya bernama Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Zubair, dan Abdullah bin Amr bin al-Ash.

Selain dikenal sebagai al-Abadilah, beliau juga dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis. Beliau meriwayatkan 2630 hadis sehingga para ulama menyebutkan bahwa beliau adalah orang kedua yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi terbanyak setelah Abu Hurairah radhiallahu anhu.(2)

Guru dan Murid Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar telah menimba ilmu secara langsung dari sumber yang mulia yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau juga meriwayatkan dari bapaknya sendiri yaitu Umar bin al-Khattab dan juga meriwayatkan dari Abu Bakar, Utsman, Sa’ad, Ibnu Mas’ud, Aisyah, dan juga dari saudarinya sendiri Hafshah, serta masih banyak lagi sahabat yang lain radhiyallahu anhum ajma’in.

Adapun yang meriwayatkan dari Abdullah bin Umar adalah anak-anak beliau; Salim, Hamzah, Abdullah, Bilal, Zaid, Ubaidullah dan Umar. Dari kalangan cucu beliau yang meriwayatkan hadis langsung dari beliau; Muhammad bin Zaid dan Abu Bakar bin Ubaidullah. Adapun dari kalangan maula (bekas budak) beliau; Nafi’, dan Zaid bin Salim. Begitu juga yang meriwayatkan ilmu langsung dari beliau adalah Hasan al-Bashri, Muhammad bin Sirin, Anas bin Sirin, Zuhri dan Atha’ serta masih banyak lagi yang lainnya.

Teladan dalam Mengamalkan Sunah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam

Abdullah bin Umar termasuk di antara sahabat yang sangat semangat mengikuti sunah Rasulullah, bahkan selalu berusaha untuk melakukan semua hal yang dilakukan oleh Rasulullah. Dalam hal mencari ilmu kepada Nabi, jika beliau berhalangan datang terkadang, beliau mencari dan bertanya kepada mereka yang hadir tentang apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Rasulullah. Sampai-sampai disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi pernah singgah bernaung di bawah pohon, maka Ibnu Umar pun setiap melewati pohon tersebut singgah dan bernaung di bawahnya.(3)

Jihad Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar juga ikut beberapa peperangan bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam kecuali pada perang Badar dan Uhud. Hal itu karena usianya masih sangat muda. Ketika perang Badar, beliau berusia tiga belas tahun. Sementara ketika perang Uhud berkecamuk, usia beliau masih empat belas  tahun.

Abdullah bin Umar barulah diizinkan ikut bersama Nabi setelah perang Khandaq berkecamuk di mana saat itu usia beliau telah masuk lima belas tahun. Beliau juga ikut dalam “Bai’at Ridwan”, juga ikut perang Mu’tah dan Yarmuk dan beberapa perang lainnya sepeninggal Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Giat dalam Ibadah

Abdullah bin Umar termasuk ahli ibadah dari kalangan sahabat sejak kecil. Beliau lebih senang tidur di masjid daripada di rumah beliau sendiri. Sejak mendengarkan sabda Nabi yang berbunyi “sebaik-baik pemuda adalah Abdullah, jika saja ia shalat malam”, beliau pun semangat dan tidak tidur di malam hari kecuali sedikit saja.(4)

Wafatnya Abdullah bin Umar

Abdullah bin Umar wafat pada tahun 73 H di kota Mekah. Ada yang mengatakan sebab wafatnya adalah karena al-Hajjaj menyusupkan seseorang ke rumahnya lalu membunuhnya. Dikatakan pula bahwa beliau terkena anak panah yang telah dilumuri racun atas perintah al-Hajjaj. Pendapat lain mengatakan bahwa beliau meninggal secara wajar.

Abdullah bin Umar meninggal sebagai mujahid di jalan Allah, meninggalkan ilmu yang luas bagi zaman-zaman keemasan setelahnya sehingga disebutlah oleh Imam al-Bukhari tentang sanad yang paling sahih (silsilah al-dzahab) hingga ke Rasulullah adalah yang diriwayatkan oleh Imam Malik, dari Nafi’ maula Ibnu Umar, dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu.(5) 

Wallahu ta’ala a’lam.

Rujukan:

  1. Ibnu Katsir, al-Bidayah wa Nihayah, cetakan Daar al-Fikr 1407 H 4/9
  2. Lihat kitab Muqaddimah Ibnu Shalah hal. 296.
  3. Ibnu Asakir, kitab Tarikh al-Dimasq, 112/31.
  4. Shahih al-Bukhari, kitab Tahajjud, Bab “Keutamaan Salat Malam” (1070). Shahih Muslim, kitab Fadhail Shahabah, Bab “Min Fadl Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma” (2479).
  5. Lihat kitab Muqaddimah Ibnu Shalah, 1/10.
image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments