MENGAPA ADA PAHALA SALAT HANYA SEPERTIGA?

137
Perkiraan waktu baca: 1 menit
image_pdfUnduh PDF

Soal:

Bismillah. Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Afwan, tabe’ ustaz, apa saja hikmah atau faedah dari hadis “Sesungguhnya ada seseorang yang benar-benar mengerjakan salat, namun pahala salat yang tercatat baginya hanyalah sepersepuluh (dari) salatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepetujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, dan seperduanya saja (H.R. Abu Daud, 675)”? 

Syukran. Jazaakallaahu khayran.

(Mario Jaya Muhammad Jusman, Soppeng, Sulawesi Selatan)

Jawab:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim.

Hadis yang dimaksud, lafalnya adalah sebagai berikut,

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ، وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْر صَلاَتِهِ، تُسْعُهَا ثُمُنُها، سُبْعُها سُدُسُها، خُمُسُها، رُبُعُها، ثُلُثها، نصفُها

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mengerjakan salat, namun pahala salat yang tercatat baginya hanyalah sepersepuluh (dari) salatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, dan seperduanya saja.”1

Hadis tersebut dicantumkan oleh Imam Abu Daud dalam kitab As-Sunan, pada bab “Salat yang ada kekurangannya”.

Beberapa faedah hadis:

  1.  Anjuran untuk salat dengan khusyuk, penuh ketundukan, dan hati yang ikut hadir menghadap Allah.
  2. Anjuran untuk melaksanakan salat dengan segenap sunah-sunah dan adab-adab salat. Tidak hanya sekadar melaksanakan rukun-rukun dan wajib-wajib salat saja karena salat yang sahih dan pahala yang sempurna, baik sepersepuluh, sepersembilan, maupun seterusnya tidak mungkin diperoleh kecuali jika pada salat tersebut terpenuhi rukun, wajib, sunah, dan adab-adabnya.
  3. Was-was setan dan memikirkan urusan duniawi adalah penyebab lain berkurangnya pahala dan sempurnanya salat. Hal tersebut diketahui dari riwayat Imam Ahmad, yang mencantumkan lafal hadis Ammar bin Yasir tersebut dengan lebih lengkap. 
  4. Hadis tersebut menunjukkan bahwa pahala yang diperoleh setiap orang yang salat berbeda-beda. Hal tersebut bergantung kepada kondisi bagaimana seseorang melaksanakannya. Orang yang paling beruntung adalah yang mendapat pahala dengan sempurna.2
  5. Meskipun lafal hadis menyebutkan orang yang salat tersebut adalah laki-laki (rijal), akan tetapi kaum perempuan juga termasuk dalam hal ini karena hukum asalnya laki-laki dan perempuan sama dalam timbangan syariat, kecuali beberapa hal yang ditetapkan berbeda dalam perlakuan dan pengkondisiannya.3
image_pdfUnduh PDF

Footnote:

  1. HR. Abu Daud (796). Cet. Al-Maktabah Al-’Asriyah. Tahqiih: Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid.
  2. Badruddin Al-Aini (w.855 H). Syarah Sunan Abi Daud. Jilid 3, hlm 454.
  3. Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr. Dari rekaman taklim no. 597.
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments