MENGENAL LEBIH DEKAT MATAN AL-BAIQUNY

215
Perkiraan waktu baca: 3 menit
image_pdfUnduh PDF

Al-Manzhumah al-Baiquniyah dalam ilmu Mushthalah Hadis ialah satu di antara tulisan ringkas yang menjelaskan tentang jenis-jenis ilmu Hadis. Matan ini sangat populer di kalangan para penuntut ilmu di era mutakhir karena setiap penuntut ilmu biasanya menghafal dan mempelajari penjelasan matan ringkas ini dalam memahami dasar-dasar ilmu Mushthalah Hadis yang memang tak pantas bila tidak diketahui oleh para penuntut ilmu secara umum.

Adapun bagi penuntut ilmu Hadis, matan ini biasanya menjadi matan pertama yang dipelajari sebelum berpindah ke buku-buku hadis lain yang memiliki level pembelajaran dan bahasan yang lebih tinggi, seperti Nukhbatul-Fikar karya Ibnu Hajar rahimahullah, al-Muqizhah karya al-Dzahabiy rahimahullah, Alfiyah karya al-‘Iraqiy rahimahullah, dan matan-matan hadis lainnya.

Sejak sekitar 200 tahunan, para ulama dari berbagai basic dan spesialis keilmuan sudah menjadikan matan ini sebagai modul belajar bagi para pemula dalam Ilmu Mushthalah Hadis. Matan ini berupa manzhumah dengan bahr jenis syair rajz. Ia terdiri dari 34 bait syair, dan di dalamnya disebutkan sekitar 31 jenis hadis beserta definisinya secara singkat.

Di antara keistimewaan matan ini yang membuat para ulama menjadikannya sebagai buku pertama untuk pemula dalam Ilmu Hadis adalah:

  1. Bahasa syairnya mudah dan sederhana, sehingga mudah dihafal dan dipahami.
  2. Jumlah bait syairnya sedikit tapi mencakup banyak istilah hadis beserta definisi ringkasnya, sehingga mudah dan cepat dihafal.
  3. Meskipun ringkas, matan ini mencakup hampir semua jenis istilah hadis.
  4. Banyaknya ulama yang memiliki perhatian terhadap matan ini, baik lewat hafalan, periwayatan ijazah sanadnya, pensyarahannya dalam buku, maupun disyarah dalam kajian-kajian ilmu.

Bagi yang ingin mempelajari Ilmu Mushthalah Hadis lewat matan Manzhumah al-Baiquniy ini, ia bisa menempuh dua metode:

  1. Bagi yang mampu berbahasa Arab dan menguasai gramatikanya, bisa mempelajarinya lewat bahasa Arab dengan mengkaji seluruh bait-bait syairnya, baik dari segi ilmu tata bahasanya, maupun dari segi ilmu hadisnya.
  2. Bagi yang kurang bisa berbahasa Arab, dianjurkan untuk mempelajari istilah-istilah hadis yang ada di dalam matan ini saja, tanpa dipersulit dengan pembahasan ilmu tata bahasa Arabnya.

Biografi Ringkas Penulis

Nama penulis matan Manzhumah al-Baiquniy adalah Umar bin Muhammad bin Futuh al-Baiquniy. Ini disebutkan oleh al-Ujhuriy dalam Hasyiah Syarah Az-Zurqaniy (hal. 10), dan al-Kattaniy dalam al-Risalah al-Mustathrafah (hal. 156).

Sebagian ulama seperti al-Zirikliy dalam al-A’lam (5/64) dan Umar Kahhalah dalam Mu’jam al-Mu`allifin (2/18) menyebut nama beliau adalah Thaha bin Muhammad bin Futuh al-Baiquniy.

Beliau berasal dari Damaskus, dan bermazhab Syafii. Nisbah beliau dengan “Baiquniy” merujuk pada ke sebuah daerah bernama “Baiqun” di wilayah Azerbaijan, Asia Tengah, sebagaimana dinyatakan oleh Syekh Badruddin al-Hasaniy dalam al-Durar al-Bahiyyah (hal. 156).

Tahun kelahiran al-Baiquniy tidak diketahui secara pasti. Hanya saja, tahun wafatnya disebutkan para sejarawan seperti al-Zirikliy dalam al-A’lam (5/64) bahwa ia wafat sekitar tahun 1080 H. Namun, Umar Ridha Kahhalah dalam Mu’jam al-Mu’allifin (2/18) tidak secara tegas menyebutkan tahun wafatnya tersebut dengan ucapannya, “Ia masih hidup sebelum tahun 1080 H.”

Beliau adalah seorang ulama dari kalangan ahli hadis di abad ke 11 H. Asal beliau dari wilayah Azerbaijan, dan kemungkinannya beliau hidup di Damaskus dan bermazhab Syafi’iy sebagaimana dinukil oleh al-Ujhuriy dalam Hasyiah-nya (hal. 10) dari tulisan tangan al-Baiquniy sendiri. Dalam al-A’lam, al-Zirikliy menjuluki beliau dengan ucapan,

عالم بمصطلح الحديث، دمشقي شافعيّ اشتهر بمنظومته المعروفة باسمه “البيقونية” في المصطلح

“Ulama Mushthalah Hadis, seorang penduduk Damaskus dan bermazhab Syafi’iy. Beliau populer dengan Manzhumah-nya yang dikenal dengan nama al-Baiquniyyah dalam ilmu Mushthalah Hadis.”

Selain matan Mazhumah ini, al-Baiquniy juga memiliki buku lain dalam ilmu hadis, yang diberi judul Fathul-Qadir Al-Mugits (al-A’lam, 5/64) 

Meskipun Manzhumah al-Baiquniy ini sangat populer di seluruh kalangan penuntut ilmu, namun biografi penulisnya sangat sedikit yang bisa diketahui, bahkan rata-rata penuntut ilmu tidak mengetahui siapa dirinya, rahimahullah.

BUKU-BUKU SYARAH MATAN AL-BAIQUNIY

 Adapun buku-buku yang mensyarah matan ini, maka sangatlah banyak dan tidak terhitung jumlahnya. Di antara syarah matan ini ialah:

  1. Hasyiah Al-Ujhuriy ‘ala Syarh Az-Zurqaniy -rahimahumallah-.
  2. At-Taqrirat As-Saniyyah fi Syarh Al-Manzhumah Al-Baiquniyyah karya Syekh Hasan Masysyath rahimahullah. Syarah ini tampaknya yang paling populer di kalangan para penuntut ilmu, utamanya di Haramain. Alhamdulillah, kami telah beberapa kali menamatkan pengajaran buku syarah yang satu ini dengan beberapa ikhwah di UIM.
  3. Ad-Durar Al-Bahiyyah fi Syarhil-Baiquniyyah karya Syekh Badaruddin Al-Hasaniy rahimahullah.
  4. Syarh Al-Baiquniyyah karya Syekh Ibnul-‘Utsaimin rahimahullah.
  5. Al-Amaliy Al-Makkiyah Syarh Al-Baiquniyyah karya Syekh Sulaiman Al-‘Ulwan hafizhahullah.
  6. Syarh Al-Manzhumah Al-Baiquniyyah karya Syekh Thariq ‘Iwadhullah.
  7. At-Ta’liqat Ar-Radhiyah ‘ala Al-Manzhumah Al-Baiquniyyah karya Syekh Dr. Abdullah Al-Bukhariy hafizhahullah. Asal buku syarah ini adalah berasal dari penyalinan kajian Syarah Al-Baiquniyyah beliau di Masjid Ibnu Baz rahimahullah sekitar tahun 2008 M dalam kampus Universitas Islam Madinah, dan saat itu kami termasuk yang menghadirinya dari awal kajian hingga akhir.
  8. At-Tuhfah Al-Mudhiyyah bi Syarhil-Manzhumah Al-Baiquniyyah karya Syekh Dr. Zhafir Alu Jam’an hafizhahullah. Kami juga sangat banyak mengambil faedah dari buku ini dalam penulisan syarah ini.

Semoga Allah merahmati penulis manzhumah ini dan seluruh ulama umat ini. Amin.

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments