GAMBARAN RINGKAS KITAB-KITAB HADIS (BAGIAN I)

91
Perkiraan waktu baca: 1 menit
image_pdfUnduh PDF

Wahai penuntut ilmu, sudah menjadi keniscayaan bagimu dalam proses belajar yang engkau jalani untuk mengenal secara ringkas karya-karya ulama di bidang hadis, seperti al-kutub al-sittah, al-Muwaththa’ karya Imam Malik, dan Musnad Imam Ahmad.

Yang dimaksud dengan istilah al-kutub al-sittah (kitab yang enam) adalah al-Shahihain -dan kedua kitab ini telah dijelaskan secara ringkas sebelumnya-, kemudian Sunan Abu Daud, Jami’ al-Tirmidzi, Sunan Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah. Adapun yang dimaksud dengan kitab al-sunan adalah buku-buku yang disusun berdasarkan bab-bab fikih, dimulai dari bab iman, taharah, salat, zakat, dan seterusnya. Mayoritas hadis yang ada pada kitab-kitab tersebut adalah hadis marfuk, dan sangat jarang didapati hadis maukuf.(1)

Sunan Abu Daud

Penulis kitab ini adalah Abu Daud Sulaiman bin al-Asy ‘ats bin Ishak al-Azdi al-Sijistani. Beliau mengkhususkan hadis-hadis yang berkaitan dengan hukum-hukum fikih Islam. Beliau sama sekali tidak memasukkan hadis-hadis tentang zuhud dan keutamaan beramal saleh.  Abu Daud –rahimahullah– berkata di dalam risalah beliau yang ditujukan kepada penduduk Makkah ketika menggambarkan karyanya ini (hal. 34), “Sejatinya, aku tidaklah menuliskan di dalam buku ini (al-Sunan) kecuali hadis-hadis ahkam, aku tidaklah memasukkan di dalamnya hadis-hadis tentang zuhud, keutamaan beramal, dan selainnya.”

Sunan Abu Daud merupakan bagian dari karya-karya Islami yang sangat diperlukan oleh kaum muslimin, meskipun beliau dalam karyanya ini tidak mempersyaratkan kesahihan pada hadis-hadis yang terdapat di dalamnya sehingga kita akan menemukan hadis yang sahih, hasan, saleh, lemah, dan munkar.

Abu Daud tidak mempersyaratkan mencantum seluruh hadis-hadis yang berkaitan dengan bab yang beliau sebutkan. Akan tetapi penyuguhan hadis-hadis pada bab tertentu bertujuan mendekatkan kepada umat agar mengambil manfaatnya. Bahkan, beliau terkadang menyuguhkan satu hadis lebih dari satu jalur periwayatan karena adanya tambahan pada matan atau sanad. Terkadang beliau juga memberikan komentar terhadap beberapa hadis dengan menyebutkan cacat yang ada padanya atau menyebutkan perbedaan di dalamnya terhadap periwayat-periwayatnya.

Imam Abu Daud telah memberikan gambaran yang rinci tentang kitabnya al-Sunan di dalam risalahnya kepada penduduk Makkah. Risalah beliau itu memiliki manfaat yang sangat besar, semoga Allah senantiasa merahmati beliau dengan rahmat-Nya yang luas.

 


Footnote:

(1) Lihat: al-Risalah al-Mustathrafah, karya al-Kattani, hal. 32 dengan sedikit perubahan redaksi.

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments