![HADIS TENTANG OLAHRAGA [] HADIS TENTANG OLAHRAGA []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/07/40_HADIS_TENTANG_OLAHRAGA_20260731_074142_00001-696x391.jpg)
40 HADIS TENTANG OLAH RAGA(1)
REDAKSI HADIS:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَحْسَنَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَشْجَعَ النَّاسِ، وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْطَلَقَ نَاسٌ قِبَلَ الصَّوْتِ، فَتَلَقَّاهُمْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم رَاجِعًا، وَقَدْ سَبَقَهُمْ إِلَى الصَّوْتِ وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ لِأَبِي طَلْحَةَ عُرْيٍ فِي عُنُقِهِ السَّيْفُ، وَهُوَ يَقُولُ: لَمْ تُرَاعُوا، لَمْ تُرَاعُوا. قَالَ: وَجَدْنَاهُ بَحْرًا – أَوْ: إِنَّهُ لَبَحْرٌ. قَالَ: وَكَانَ فَرَسًا يُبَطَّأُ. (رواه الشيخان)
Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya, paling dermawan, dan paling pemberani. Pada suatu malam, penduduk Madinah dikejutkan oleh suatu suara yang menggemparkan. Maka beberapa orang bergegas menuju arah datangnya suara tersebut. Namun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah lebih dahulu mendatangi sumber suara itu, kemudian beliau berpapasan dengan mereka saat sedang kembali. Beliau telah mendahului mereka menuju sumber suara itu dengan menunggang seekor kuda milik Abu Thalhah tanpa pelana, sementara pedang beliau tergantung di lehernya. Beliau bersabda: ‘Jangan takut! Jangan takut!’ Kemudian beliau bersabda: ‘Kami mendapati kuda ini bagaikan lautan.’ Atau beliau bersabda: ‘Sesungguhnya kuda ini benar-benar bagaikan lautan.’ Padahal sebelumnya kuda itu dikenal sebagai kuda yang lambat.” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).
TAKHRIJ HADIS:
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab al-Jihad wa as-Siyar, Bab Kuda yang Tidak Gesit Berubah Menjadi Sangat Cepat, no. 2867 dan Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Fadha’il, Bab Keberanian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, no. 2307. Lafaz hadis yang disebutkan di sini sesuai periwayatan Imam Muslim.
SYARAH HADIS:
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata bahwa hadis ini mengandung banyak faedah, di antaranya:
- Hadis ini menunjukkan keberanian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal itu tampak dari sikap beliau yang segera berangkat seorang diri menuju sumber bahaya sebelum orang-orang lain, untuk memastikan keadaan dan menyelidiki hakikat suara tersebut. Bahkan, beliau telah kembali sebelum para sahabat tiba di lokasi.
- Hadis ini menunjukkan besarnya keberkahan dan salah satu mukjizat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kuda yang sebelumnya dikenal lambat berubah menjadi sangat cepat setelah ditunggangi oleh beliau. Inilah makna sabda beliau, “Kami mendapati kuda ini bagaikan lautan,” yaitu sangat cepat, luas langkahnya, dan mudah berlari tanpa terasa letih, sebagaimana ombak lautan yang terus mengalir.
- Hadis ini menunjukkan bolehnya seseorang berangkat seorang diri untuk menyelidiki keadaan musuh atau sumber bahaya, selama tidak terdapat dugaan kuat bahwa hal itu akan membahayakan atau menyebabkan kebinasaan dirinya.
- Hadis ini juga menjadi dalil bolehnya meminjam barang. Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam meminjam kuda milik Abu Thalhah yang bernama Mandub. Setelah menungganginya, beliau bersabda: “Kami tidak melihat sesuatu pun yang perlu ditakuti, dan sungguh kami mendapati kuda ini bagaikan lautan.”(2)
- Hadis ini menunjukkan bolehnya berjihad dengan menggunakan kuda pinjaman.
- Hadis ini juga menunjukkan dianjurkannya menggantungkan pedang di leher atau di bahu ketika dibutuhkan.
- Hadis ini mengajarkan sunnah memberikan ketenangan dan kabar gembira kepada manusia ketika penyebab ketakutan telah hilang, sebagaimana sabda beliau, “Jangan takut! Jangan takut!“(3)
Syekh Muhhammad Khair Ramadhan Yusuf berkata, “Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah e adalah seorang penunggang kuda yang sangat mahir. Beliau termasuk orang yang paling piawai dalam menunggang dan mengendalikan kuda, sekaligus merupakan manusia yang paling pemberani.”
Footnote:
(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku Al-Arba’ūn Al-Riyādhiyyah Arba’ūna Hadītsan fī Fadhāil al-Riyādhah, karya Syekh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf hafizhahullah, diterbitkan oleh Dār al-Thayyibah lin Nasyr wa al-Tawzi’ di Riyadh-Saudi Arabia, Cetakan Pertama, tahun 1425H/2004M.
(2) Riwayat ini juga terdapat dalam Shahih Muslim.
(3) Lihat: Al-Minhâj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjâj (8/67-68).





![HADIS DELAPAN BELAS: KUDA ITU ADA TIGA MACAM HADIS TENTANG OLAHRAGA []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/07/40_HADIS_TENTANG_OLAHRAGA_20260730_101242_00001-218x150.jpg)
![HADIS KETUJUH BELAS: KEBAIKAN PADA KUDA HADIS TENTANG OLAHRAGA []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/07/40_HADIS_TENTANG_OLAHRAGA_20260729_081930_00001-218x150.jpg)
![HADIS KEENAM BELAS: PERLOMBAAN OLAHRAGA HADIS TENTANG OLAHRAGA []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/07/40_HADIS_TENTANG_OLAHRAGA_20260728_073754_00001-218x150.jpg)





![HADIS DELAPAN BELAS: KUDA ITU ADA TIGA MACAM HADIS TENTANG OLAHRAGA []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/07/40_HADIS_TENTANG_OLAHRAGA_20260730_101242_00001-100x70.jpg)
![HADIS KETUJUH BELAS: KEBAIKAN PADA KUDA HADIS TENTANG OLAHRAGA []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/07/40_HADIS_TENTANG_OLAHRAGA_20260729_081930_00001-100x70.jpg)
![HADIS KEENAM BELAS: PERLOMBAAN OLAHRAGA HADIS TENTANG OLAHRAGA []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/07/40_HADIS_TENTANG_OLAHRAGA_20260728_073754_00001-100x70.jpg)
