
40 HADIS TENTANG OLAH RAGA(1)
REDAKSI HADIS:
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ : لَيْسَ يَتَحَسَّرُ أَهْلُ الْجَنَّةِ إِلَّا عَلَى سَاعَةٍ مَرَّتْ بِهِمْ لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيهَا. (رواه البيهقي في شعب الإيمان).
Artinya: Dari Mu’adz bin Jabal Radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penduduk surga tidak akan menyesali sesuatu pun kecuali waktu yang telah mereka lalui di dunia tanpa berzikir kepada Allah di dalamnya.” (H.R. Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
TAKHRIJ HADIS:
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman, no. 512 dan 513.
Al-Hafizh al-Mundziri rahimahullah berkata: “Hadis ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabarani dari gurunya, Muhammad bin Ibrahim ash-Shuri. Aku tidak mengetahui adanya penilaian jarh maupun ta‘dil terhadapnya. Adapun para perawi lainnya dalam sanad tersebut adalah perawi-perawi yang tsiqah dan telah dikenal. Al-Baihaqi juga meriwayatkan hadis ini dengan sanad yang di dalamnya terdapat seorang perawi yang dinilai baik.”(2)
Al-Hafizh al-Haitsami rahimahullah berkata: “Hadis ini diriwayatkan oleh ath-Thabarani melalui para perawi yang tsiqah. Namun, mengenai gurunya, Muhammad bin Ibrahim ash-Shuri, terdapat perbedaan pendapat.”(3)
As-Suyuthi rahimahullah menilai hadis ini hasan. Adapun al-Munawi rahimahullah mengatakan bahwa sanadnya sahih, bukan sekadar hasan.(4)
SYARAH HADIS:
Maksudnya, mereka tidak menyesali sesuatu pun dari apa yang mereka tinggalkan di dunia, kecuali waktu yang mereka lalui tanpa berzikir kepada Allah. Sebab, ketika dunia diperlihatkan kepada mereka dan mereka melihat apa yang telah mereka peroleh dari berzikir kepada Allah, mereka kemudian memandang kembali waktu-waktu yang dahulu mereka lalui tanpa mengingat-Nya. Mereka pun menyesali waktu-waktu tersebut dengan penyesalan yang lebih besar daripada penyesalan atas apa pun lainnya.
Oleh karena itu, hendaknya manusia bersungguh-sungguh dalam memperbanyak zikir, karena zikir merupakan perkara yang paling banyak mendatangkan keberuntungan bagi mereka dan yang paling besar membahagiakan mereka di akhirat.
Barang siapa menggerakkan anggota tubuhnya dalam suatu aktivitas sementara hatinya lalai dari mengingat Allah, sungguh ia telah menyia-nyiakan waktunya dan menjerumuskan dirinya ke dalam kemurkaan Allah.(5)
Footnote:
(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku Al-Arba’ūn Al-Riyādhiyyah Arba’ūna Hadītsan fī Fadhāil al-Riyādhah, karya Syekh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf hafizhahullah, diterbitkan oleh Dār al-Thayyibah lin Nasyr wa al-Tawzi’ di Riyadh-Saudi Arabia, Cetakan Pertama, tahun 1425H/2004M.
(2) At-Targhīb wa at-Tarhīb (2/401).
(3) Majma‘ az-Zawāid (10/73–74).
(4) At-Taisīr bi Syarh al-Jāmi‘ ash-Shaghīr (2/331).
(5) Lihat: At-Taisīr bi Syarh al-Jāmi‘ ash-Shaghīr (2/331).
















