KIAT MELAPANGKAN REZEKI DAN MEMANJANGKAN UMUR

498
Perkiraan waktu baca: 1 menit
image_pdfUnduh PDF

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Barang siapa senang jika dilapangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya dia menyambung tali silaturahmi.’”

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Shahih-nya, Kitab al-Adab, Bab “Seorang yang Dilapangkan Rezekinya Disebabkan Silaturahmi,” nomor 5985.

Biografi Sahabat Perawi Hadis

Lihat: https://markazsunnah.com/perawi-islam-abu-hurairah/

عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa suka dilapangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya dia menyambung tali silaturahmi.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Shahih-nya; Kitab al-Adab, Bab “Seorang yang Dilapangkan Rezekinya Disebabkan Silaturahmi,” nomor 5986, juga diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitab Shahih-nya; Kitab al-Birr wa al-Shilah wa al-Adab, Bab “Silaturahmi dan Haram Memutuskanya,” nomor 2557.

Biografi Sahabat Perawi Hadis

Lihat: https://markazsunnah.com/anas-bin-malik-sosok-khadim-sunah/

Faedah dan Kesimpulan dari Kedua Hadis di atas:

1. Mengharapkan umur panjang dan rezeki lapang adalah sifat umum yang ada pada manusia.

2.  Islam tidak mematikan fitrah manusia akan tetapi mengarahkannya.

3. Silaturahmi memberikan manfaat duniawi bagi pelakunya sebelum manfaat terbesar di akhirat kelak.

4. Bolehnya memotivasi seseorang untuk melakukan suatu ibadah dengan menyebutkan manfaat duniawi yang akan didapatkannya.

5.  Ada beberapa makna dipanjangkan umurnya dalam hadis ini, antara lain:(1)

a. Panjang umur diartikan sebagai berkah umur dan taufik dalam melakukan berbagai ketaatan serta memakmurkan waktunya dengan yang memberikan manfaat bagi akhiratnya juga terjaga dari menyia-nyiakan waktunya;

b. Panjang umur diartikan sebagai berkah umur di mana seseorang yang senantiasa bersilaturahmi maka senantiasa dikenang oleh orang walaupun setelah dia meninggal dunia, dengan demikian seakan-akan dia masih hadir bersama kita;

c. Panjang umur diartikan makna hakiki di mana Allah subhanahu wa taala menetapkan baginya taqdir mu’allaq (takdir tergantung) yaitu contohnya jika dia tidak bersilaturahmi maka umurnya hanya 50 tahun dan jika dia bersilaturahmi umurnya bisa sampai 60 tahun. Hal yang seperti ini telah diisyaratkan oleh Allah azza wajalla dalam firman-Nya (artinya), “Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki…” (Q.S. Al-Ra’ad ayat 39).

 


Footnote:

(1) Lihat: Al-Minhaj fi Syarhi Shahih Muslim bin al-Hajjaj (16/ 114-115) dan Al-Bahru al-Muhith al-Tsajjaj fi Syarhi Shahih Muslim bin al-Hajjaj (40/ 307)

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments