HADIS KEEMPAT BELAS: GULAT KALANGAN PARA PEMUDAPerkiraan waktu baca: 1 menit

16
HADIS TENTANG OLAHRAGA []

40 HADIS TENTANG OLAH RAGA(1)

REDAKSI HADIS:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ t قال: وَكَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، يَعْرِضُ غِلْمَانَ الْأَنْصَارِ فِي كُلِّ عَامٍ، فَمَنْ بَلَغَ مِنْهُمْ بَعَثَهُ، فَعَرَضَهُمْ ذَاتَ عَامٍ، فَمَرَّ بِهِ غُلَامٌ، فَبَعَثَهُ فِي الْبَعْثِ، وَعُرِضَ عَلَيْهِ سَمُرَةُ مِنْ بَعْدِهِ فَرَدَّهُ، فَقَالَ سَمُرَةُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَجَزْتَ غُلَامًا، وَرَدَدْتَنِي، وَلَوْ صَارَعَنِي لَصَرَعْتُهُ؟ قَالَ: فَدُونَكَ، فَصَارِعْهُ، قَالَ: فَصَرَعْتُهُ، فَأَجَازَنِي فِي الْبَعْثِ (رواه الطبراني، والحاكم، والبيهقي).

Artinya: Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam setiap tahun melakukan seleksi terhadap para pemuda Anshar. Siapa saja yang telah mencapai usia yang ditetapkan untuk ikut berperang, beliau mengizinkannya bergabung bersama pasukan. Pada suatu tahun, beliau kembali melakukan seleksi. Seorang pemuda datang, lalu Rasulullah e mengizinkannya ikut berperang. Setelah itu, aku mengikuti seleksi, tetapi beliau tidak mengizinkanku. Maka aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, Engkau mengizinkan pemuda itu, sedangkan aku tidak. Padahal, seandainya ia bergulat denganku, niscaya aku akan mengalahkannya.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, bergulatlah dengannya.’ Lalu aku bergulat dengannya dan berhasil mengalahkannya. Setelah itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkanku bergabung bersama pasukan.” (H.R. Thabarani, Hakim dan Baihaqi).

TAKHRIJ HADIS:

     Hadis ini diriwayatkan oleh ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir (7/211, no. 6749), al-Hakim dalam al-Mustadrak (2/60), dan al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra (10/31, no. 19760). Al-Hakim tidak memberikan komentar terhadap hadis ini, sedangkan adz-Dzahabi menilainya sahih dalam at-Talkhish.

     Al-Hafizh al-Haitsami berkata, “Ath-Thabarani meriwayatkannya secara mursal, sedangkan seluruh perawinya adalah orang-orang yang tsiqah (terpercaya).”(2)


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku Al-Arba’ūn Al-Riyādhiyyah Arba’ūna Hadītsan fī Fadhāil al-Riyādhah, karya Syekh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf hafizhahullah, diterbitkan oleh Dār al-Thayyibah lin Nasyr wa al-Tawzi’ di Riyadh-Saudi Arabia, Cetakan Pertama, tahun 1425H/2004M.

Baca juga:  AIR DUA QULLAH

(2) Majma’ az-Zawa’id  (6/307).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted