SUNAH-SUNAH SAAT BANGUN DARI TIDUR (BAGIAN PERTAMA)Perkiraan waktu baca: 2 menit

99
Desain Fatwa Hadis pptx []

SUNAH-SUNAH HARIAN(1)

  1. Membersihkan mulut dengan siwak, yaitu menggosok gigi dengan siwak.

عن حُذيفةَ رضي الله عنه قال: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Artinya: Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.”(2)

Dalam riwayat Muslim:

كَانَ رَسُوْلُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَامَ لِيَتَهَجَّدَ، يَشُوْصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

Artinya: “Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jika bangun untuk salat tahajud, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.”(3)

Kata الشَّوْص (Asy-Syawsh) berarti menggosok gigi secara melintang dengan siwak(4)

  1. Membaca zikir saat bangun dari tidur.

     Hal ini berdasarkan apa yang terdapat dalam Shahih al-Bukhari dari hadis Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika hendak tidur, beliau mengucapkan:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

 Artinya: Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.

Dan jika beliau bangun dari tidurnya, beliau mengucapkan: 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali.”(5)

  1. Mengusap sisa kantuk dari wajahnya.
  2. Melihat ke arah langit.
  3. Membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Ali Imran.

     Ketiga sunah ini (no. 3. 4 dan 5) disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasa ia (Ibnu Abbas) bermalam di rumah Maimunah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang merupakan bibinya. Lalu ia berbaring di bagian lebar bantal, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan istrinya berbaring memanjang di bantal tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun tidur hingga ketika malam mencapai pertengahannya, atau sedikit sebelumnya, atau sedikit setelahnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun lalu duduk dan mengusap sisa kantuk dari wajahnya dengan tangannya, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Ali Imran, lalu beliau bangkit menuju kantong air yang tergantung, berwudu darinya dengan sempurna, kemudian berdiri untuk salat.”(6)

Baca juga:  Kajian Kitab Al-Lu'lu' wal Marjan

     Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bangun di akhir malam, kemudian keluar dan melihat ke langit, kemudian membaca ayat ini:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang yang berakal…” [Q.S. Ali Imran: 190-200].(7)

     Dalam riwayat Muslim ini terdapat penjelasan mengenai apa yang dibaca oleh orang yang ingin mengamalkan sunah ini, bahwa ia memulainya dari firman Allah Ta’ala: “Inna fii khalqis samaawaati wal ardh…” sampai akhir surah Ali Imran.

     Perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat-ayat ini sebelum berwudu merupakan dalil bolehnya membaca Al-Qur’an bagi orang yang tidak dalam keadaan suci dari hadas kecil.


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku Al-Minah al-‘Aliyyah fī Bayān as-Sunan al-Yawmiyyah, karya Syekh Dr. Abdullah bin Hamud al-Furaih hafizhahullah, dengan kata pengantar dari Syekh Prof. Dr. Khalid al-Musyaiqih hafizhahullah. Buku ini diterbitkan oleh Maktabah Dār al-Hijāz di Riyadh, Arab Saudi, cetakan ke-23 tahun 1443 H/2022 M.

(2) H.R. Bukhari (no. 245) dan Muslim (no. 255).

(3) H.R. Muslim (no. 255).

(4) Lihat: A’lām al-Hadīts Syarh Shahih al-Bukhāri karya Imam al-Khaththābi (1/293).

(5) H.R. Bukhari (no. 6324) dan Muslim (no. 2711) dari hadis al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu.

(6) H.R. Bukhari (no. 183) dan Muslim (no. 763).

(7) H.R. Muslim (no. 256).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted