KELUASAN RAHMAT ALLAH AZZA WAJALLA

272
Perkiraan waktu baca: 2 menit
image_pdfUnduh PDF

عن أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ جُزْءًا وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ يَتَرَاحَمُ الْخَلْقُ حَتَّى تَرْفَعَ الْفَرَسُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Allah menjadikan rahmat (kasih sayang) seratus bagian, lalu ditahan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian, dan diturunkan satu bagian ke bumi. Dari yang satu bagian inilah seluruh makhluk berkasih sayang sesamanya sehingga seekor kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya akan terinjak olehnya.’”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya Shahih al-Bukhari, Kitab al-Adab, Bab Allah Menjadikan 100 Rahmat Bagian, nomor 6000, dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim, Kitab al-Taubah, Bab Luasnya Rahmat Allah Ta’ala dan Rahmat-Nya Mendahului Marah-Nya, nomor 2752.

Biografi Sahabat Rawi Hadis:

Silakan dilihat di: https://markazsunnah.com/perawi-islam-abu-hurairah/

Faedah dan Kesimpulan:

  1. Luas dan banyaknya rahmat Allah azza wajalla.
  2. Penjelasan jumlah dari rahmat Allah yaitu 100 bagian, tidak ada yang mengetahui hikmah pembagian ini kecuali Allah azza wajalla dan Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menginformasikan kita akan hal tersebut. Kewajiban kita hanya mengimani dan menerima dengan penuh ketundukan atas segala ketetapan-Nya.
  3. Seluruh nikmat dan kebaikan yang kita rasakan sekarang di dunia ini hanyalah 1/100 dari rahmat Allah subhanahu wa taala.
  4. Perbedaan yang sangat mencolok antara fasilitas dan nikmat di dunia jika dibandingkan dengan apa yang ada di akhirat kelak.
  1. Anjuran untuk bersabar di dunia dengan segala macam kesulitan dan cobaannya karena akhirat adalah kampung kita yang sesungguhnya dan kekal abadi serta lebih baik dari dunia yang fana ini.
  2. Imam al-Nawawi (w. 676 H) –rahimahullah– berkata, “Hadis-hadis ini termasuk hadis raja’ (pengharapan) dan kabar gembira bagi kaum muslimin. Para ulama berkata jika saja dengan rahmat yang cuma satu di dunia ini yang merupakan kampung dengan berbagai kesulitan dan persoalannya namun manusia sudah merasakan nikmat Islam, al-Qur’an, salat, dan kasih sayang pada hatinya serta nikmat-nikmat lain yang telah Allah taala anugerahkan kepada kita, maka bagaimana lagi dengan seratus rahmat di kampung akhirat yang merupakan tempat tinggal selama-lamanya dan tempat pembalasan pahala, wallahu a’lam.(1)
  3. Kasih sayang yang terjadi di antara makhluk di dunia ini adalah pemberian dan taufik dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  4. Fitrah orang tua yang menyayangi anaknya tidak hanya terdapat pada sesama manusia namun itu juga berlaku dan terdapat pada hewan.
  5. Ibnu Abi Jamrah (w. 699 H) –rahimahullah– berkata, “Hadis ini menunjukkan disyariatkannya memasukkan perasaan gembira dan bahagia kepada hati orang-orang beriman, karena biasanya jiwa ini makin sempurna kebahagiaannya jika mengetahui apa yang dijanjikan kepadanya.”(2)
  6. Anjuran untuk meningkatkan kualitas iman dan mengharapkan keluasan rahmat Allah taala yang disediakan dan ditabungkan untuk mukmin di akhirat.

Footnote:

(1) Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj (17/ 69)

(2) Lihat: Fathu al-Bari (10/ 433)

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments