JANGAN BATASI RAHMAT ALLAH AZZA WAJALLA YANG LUAS

239
Perkiraan waktu baca: 1 menit
image_pdfUnduh PDF

REDAKSI HADIS:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةٍ، وَقُمْنَا مَعَهُ، فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ وَهُوَ فِي الصَّلَاةِ: اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي وَمُحَمَّدًا، وَلَا تَرْحَمْ مَعَنَا أَحَدًا. فَلَمَّا سَلَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْأَعْرَابِيِّ: لَقَدْ حَجَّرْتَ وَاسِعًا، يُرِيدُ رَحْمَةَ اللَّهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallah alaihi wasallam berdiri untuk salat dan kami ikut berdiri dengannya, di tengah-tengah salat ada seorang Badui yang berbicara, ‘Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorang pun selain kami!’ Setelah salam, Rasulullah shalallah alaihi wasallam bersabda kepada orang Badui tersebut, ‘Engkau telah menyempitkan sesuatu yang luas!’ Maksudnya adalah rahmat Allah.”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, kitab al-Adab, Bab “Rahmat kepada Manusia dan Hewan,” nomor 6010.

BIOGRAFI PERAWI HADIS:

Silakan dibaca kembali melalui tautan berikut: https://markazsunnah.com/perawi-islam-abu-hurairah/ dan https://markazsunnah.com/perisai-bagi-abu-hurairah-radhiyallahu-anhu/

FAEDAH DAN KESIMPULAN:

1. Riwayat lengkap tentang hadis ini menjelaskan bahwa Arab Badui inilah yang kencing di masjid.

2. Para ulama berbeda pendapat tentang nama Arab Badui dalam hadis ini, di antara pendapat yang ada menyebutkan bahwa orang ini adalah Dzul Khuwaishirah al-Yamani, ada juga yang mengatakan Aqra’ bin Habis, dan pendapat ketiga bahwa dia adalah Uyaiynah bin Hishn,(1) wallahualam.

3. Keutamaan menemani para ulama utamanya pada saat pelaksanaan ibadah, karena dengan menemani mereka maka begitu banyak ilmu dan faedah yang akan kita dapatkan.

4. Perkataan manusia pada waktu salat di luar bacaan yang disyariatkan tidak batal jika pelakunya seorang yang jahil.(2)

5. Sifat umumnya kaum Arab Badui adalah kaku dan kasar.

6. Kecintaan para sahabat termasuk kaum Arab Badui kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan itu terbukti dengan doa rahmat yang dipanjatkan oleh Badui ini terkhusus untuk dirinya dan diri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

7. Tidak boleh berdoa dengan kalimat-kalimat yang bertentangan dengan dalil syariat.

8. Rahmat Allah azza wajalla sangat luas meliputi segala sesuatu dan tidak terbatas pada orang tentu saja. Oleh karena itu, pada saat berdoa sebaiknya kita tidak melupakan untuk mendoakan sesama orang beriman (Lihat: QS. al-A’raaf ayat 156, QS. Ibrahim ayat 41, QS. Al Hasyr ayat 10, dan QS. Nuh ayat 28).

9. Sikap bijak dan lembut yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam terhadap kesalahan yang dilakukan oleh seorang yang jahil atau masih dalam proses pendekatan hati kepadanya.

10. Di antara tugas imam setelah selesai salat adalah membetulkan dan mengoreksi kesalahan yang terjadi pada saat salat.

 


Footnote:

(1) Lihat: Umdah al-Qari’ karya al-‘Aini (22/106), Irsyad al-Sari karya al-Qasthalani (9/23) dan Dzakhirah al-Uqba karya al-Itsyubi (14/244).

(2) Lihat: Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah (16/202) dan Fatawa al-Lajnah al-Daimah (5/435).

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments