HADIS KESEPULUH: PERINTAH SAHUR DAN KEBERKAHANNYA

188
Perkiraan waktu baca: 3 menit
image_pdfUnduh PDF

SERIAL PENJELASAN RINGKAS HADIS TENTANG PUASA(1)

REDAKSI HADIS:

عن أَنَس بْن مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَسَحَّرُوا؛ فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً. متفق عليه

Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Sahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur ada keberkahan!” (H.R. Bukhari dan Muslim)

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya, Shahih al-Bukhari, no. 1923 dan Muslim dalam kitabnya, Shahih Muslim, no. 1095.

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Lihat: https://markazsunnah.com/anas-bin-malik-sosok-khadim-sunah/

PENJELASAN HADIS SECARA GLOBAL:

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berpuasa diperintahkan untuk bersahur karena di dalamnya ada banyak kebaikan dan keberkahan agama dan duniawi. Perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang keberkahan merupakan bentuk dorongan dan motivasi beliau untuk bersahur dan anjuran untuk melakukannya.

Dari tinjauan Bahasa Arab makna sahur adalah apa yang dimakan atau dikonsumsi pada waktu sahar (akhir malam). Adapun suhur adalah perbuatannya, yaitu ketika seseorang makan sahur.

Perintah yang ada pada hadis ini merupakan perintah yang menunjukkan istihbab atau anjuran bukan menunjukkan sebuah kewajiban sebagaimana ijmak para ulama. Dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah berpuasa wishal dan begitupun para sahabat. Makna al-wishal adalah orang yang berpuasa dua hari atau lebih tanpa berbuka, bahkan berpuasa juga siang dan malamnya.

Makan sahur memiliki keberkahan yang besar, manfaatnya meliputi manfaat di dunia dan akhirat, di antaranya:

  1. Penguatan dalam melakukan ibadah, menjadi wasilah untuk menolong seseorang melakukan ketaatan seperti salat, membaca al-Qur’an, zikir, karena orang yang lapar akan merasakan kemalasan dalam beraktifitas khususnya ibadah.
  2. Meningkatkan kemauan dan semangat untuk menambah puasa dan tidak merasa kesulitan untuk melaksanakan puasa.
  3. Mengikuti sunah, karena kalau seseorang bersahur dengan niat untuk mengikuti nabi maka bersahur tersebut menjadi sebuah ibadah maka dia akan diganjar pahala dengan itu, begitu pun juga tatkala seseorang meniatkan makan dan minumnya untuk kuat beribadah hal tersebut pula akan diganjar pahala di sisi Allah azza wajalla.
  4. Makan sahur menjadikan seseorang bangun akhir malam untuk zikir, salat, dan berdoa yang mana akhir malam merupakan waktu diistijabahnya doa.
  5. Makan sahur menyelisihi ahli kitab di mana kaum muslimin diperintahkan untuk tidak menyerupai mereka. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.

  1. Makan sahur membantu seseorang melaksanakan Salat Subuh secara berjemaah tepat pada waktunya. Ini bisa dilihat tatkala di luar Bulan Ramdan jumlah jemaah Salat Subuh sedikit dibandingkan di Bulan Ramadan. Salah satu sebabnya adalah di Bulan Ramadan orang bersahur.

Seseorang cukup dikatakan telah bersahur dengan memakan sesuatu apapun jenis makanannya ketika di bersahur, tidak menjadi syarat harus memakan makanan tertentu. Dalam hadis nabi disebutkan dari sahabat yang mulia, Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

Artinya: Sebaik-sebaik makanan sahur orang beriman adalah kurma.

Di antara adab-adab sahur adalah tidak berlebih-lebihan ketika bersahur dengan memenuhi perut dengan makanan, hendaknya makan secukupnya saja karena wadah terburuk yang diisi penuh oleh anak cucu Adam adalah perutnya. Demikian pula seseorang jika terlalu kenyang maka hal tersebut tidak memberikan manfaat baginya untuk beraktifitas kecuali mungkin sebelum atau setelah waktu zuhur, karena makan telalu banyak akan mengakibatkan seseorang malas dan berhenti dari aktifitas. Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menyebutkan bahwa sebaik-baik sahur adalah kurma juga terdapat isyarat tentang tidak berlebihan karena kurma di samping memiliki kualitas gizi yang tinggi juga kurma ringan bagi usus dan tidak sulit dalam proses pencernaannya. Adapun kekenyangan pada waktu sahur ditambah lagi dengan begadang pada malam harinya lalu tidur di siang hari maka akan luput darinya maksud utama dari pensyariatan ibadah saum, wallahualam.

Ya Allah kami meminta kepada-Mu seluruh jenis kebaikan, baik yang kami ketahui atau kami tidak ketahui, dan kami berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, yang kami ketahui dan keburukan yang tidak kami ketahui.

Ya Allah jauhkanlah kami dari akhlak yang buruk, amalan yang buruk, hawa nafsu, dan ampunilah kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin.


Footnote:

(1) Disadur dari kitab Mukhtashar Ahāditsi al- Ṣiyām, karya Syekh Abdullah bin Sālih al-Fauzān hafizhahullah dengan sedikit perubahan dan tambahan seperlunya.

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments