HADIS KESEMBILAN: AL-QUR’AN MENGANGKAT DERAJAT PARA PENGHAFALNYA

265
AL QURAN MENGANGKAT DERAJAT PARA PENGHAFALNYA
Perkiraan waktu baca: 2 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

Daftar Isi:

REDAKSI HADIS:

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ، وَارْتَقِ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Artinya: Dari ‘Abdullāh bin ‘Amr raḍiyallahu’anhuma ia berkata bahwa Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam bersabda,  “Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) al-Qur’an nanti (pada hari kiamat), ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau dulu di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu (di surga) adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).’”                                     

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dalam kitabnya al-Sunan, kitab al-Ṣalāḥ, bab Istiḥbāb al-Tartīl fi al-Qirā’ah, no. (1464), Imam al-Tirmiżi dalam kitabnya al-Jāmi’, Abwāb Fadhāil al-Qur’ān ‘an Rasūlillāh ṣallallāhu‘alaihiwasallam, no. (2914), Imam Aḥmad dalam kitabnya al-Musnad, Musnad Abdullāh bin ‘Amr, no. (6799). Hadis ini dinyatakan sahih oleh al-Albāni dalam Ṣaḥīḥ al-Jāmi’ al-Ṣagīr (2/1349).

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Nama lengkap beliau ‘Abdullāh bin Amru bin al-‘Āṣ bin Wāil bin Hāsyim bin Sua’id bin Sa’īd bin Sahm bin ‘Amr bin Huṣaiṣ bin Ka’ab bin Luai bin Gālib al-Quraisy al-Sahmi. Nama ibunya adalah Raiṭah binti Munabbih bin al-Hajjāj al-Sahmiyyah. Kuniyah beliau Abu Muḥammad atau juga Abu Abdirraḥmān.

‘Abdullāh masuk Islam terlebih dahulu dibandingkan ayahnya ‘Amr bin al-‘Āṣ raḍiyallahu’anhu. Beliau merupakan sahabat yang tangguh, tidak hanya dalam masalah jihad, melainkan juga dalam urusan ibadah. Ia merupakan sosok yang alim dan rajin beribadah. Kegemarannya dalam ibadah memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahkan ia berusaha melakukan ibadah secara totalitas. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan rutin yang ia lakukan, yakni mendirikan salat malam dan berpuasa di siang hari.

Baca juga:  HADIS KEDUA PULUH DUA: MENGIKHLASKAN NIAT DALAM BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN ADALAH INTI PENGAGUNGAN TERHADAPNYA

Selain ibadah yang tekun, ia juga dikenal dengan sosok yang cerdas dan menguasai bahasa selain Bahasa Arab. Beliau juga sahabat yang sangat gemar menulis hadis. Muḥammad bin Sa’ad mengutip riwayat yang menunjukkan bahwa ‘Abdullāh bin ‘Amr bin al-‘Āṣ memang tekun dalam menulis hadis, bahkan ia secara langsung meminta izin kepada Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam. ‘Abdullāh bin ‘Amr bin al-‘Āṣ berkata, “Aku minta izin kepada Nabi Muhammad ṣallallāhu‘alaihiwasallam untuk menulis apa yang aku dengar dari beliau, maka beliau mengizinkannya untuk menulis hal tersebut.” Sahifah dari ‘Abdullāh ibn ‘Amr dinamai al-Ṣādiqah. Imam al-Żahabi menukil riwayat Abu Hurairah raḍiyallahu’anhu yang memuji kemampuan ‘Abdullāh bin Amr dalam menulis. Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, “Tidak ada salah seorang sahabat Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam yang lebih banyak meriwayatkan hadis dibanding diriku kecuali ‘Abdullāh bin ‘Amr, ia menulis hadis sedangkan aku tidak melakukannya.”

Para ulama berbeda pendapat mengenai tahun wafatnya ‘Abdullāh bin ‘Amr bin al-‘Āṣ. Imam Ahmad mengatakan bahwa beliau wafat pada bulan Zulhijah tahun 63 H, ada juga ulama yang mengatakan bahwa ia wafat pada tahun 65 H. Pendapat yang ketiga mengatakan bahwa ia telah wafat pada tahun 68 H, radhiyallahu ‘anhu wa ‘an abīhi.(2)

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

ارْتَقِ : Naiklah.

رَتِّلْ : Bacalah, maksudnya membacanya dengan tartil, tenang, pelan-pelan, serta jelas penyebutan huruf dan harakatnya.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Termasuk bentuk keagungan al-Qur’an adalah keberkahannya dan keutamaan didapatkan di dunia dan di akhirat.
  2. Al-Quran menjadi sebab diangkatnya derajat seseorang di akhirat.
  3. Membaca al-Qur’an dengan tartil menjadi sebab naiknya seseorang di akhirat kelak.
  4. Perbanyaklah berinteraksi (berteman) bersama al-Qur’an dengan cara membacanya dan memperindah dalam membacanya.
  5. Perindahlah al-Qur’an dengan suaramu yang merdu ketika membacanya.
Baca juga:  HADIS KEENAM BELAS: MAHKOTA KEMULIAAN BAGI PEMBAWA AL-QUR’AN

 

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

(2) Lihat: al-Ṭabaqāt al-Kubra karya Ibn Sa’ad (2/373), al-Istī’āb karya Ibn Abdilbarr (3/956), Usdu al-Gābah karya Ibn al-Aṡīr (3/345), Siyar A’lām al-Nubalā karya al-Żahabi (3/79), dan al-Iṣābah karya Ibn Ḥajar (4/ 165).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments