HADIS KEDUA BELAS: DI ANTARA BENTUK PENGAGUNGAN TERHADAP AL-QUR’AN ADALAH MENJAGANYA DARI PENGHINAAN DAN CELAAN

39
HADIS KEDUA BELAS MENJAGANYA DARI PENGHINAAN DAN CELAAN
Perkiraan waktu baca: 1 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

REDAKSI HADIS:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ يَنْهَى أَنْ يُسَافَرَ بِالْقُرْآنِ إِلَى أَرْضِ الْعَدُوِّ؛ مَخَافَةَ أَنْ يَنَالَهُ الْعَدُوُّ

Artinya:  Dari ‘Abdullāh bin ‘Umar raḍiyallahu’anhuma dari Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam bahwa beliau melarang membawa mushaf Al-Qur’an ke negeri musuh karena beliau khawatir apabila nantinya akan diambil musuh.”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhāri dalam kitabnya al-Ṣaḥīḥ, kitab al-Jihād wa al-Siyar, bab Safar Membawa Mushaf ke Negeri Musuh, no. 2990, dan Imam Muslim dalam kitabnya al-Ṣaḥīḥ, kitab al-Imārah, bab Larangan Safar Membawa Mushaf ke Negeri Kafir, no. 1869.

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Silakan dilihat kembali biografinya di link berikut: https://markazsunnah.com/’Abdullāh-bin-umar-teladan-para-pencinta-sunah/

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

يُسَافَرَ  : Safar artinya berpindah dari suatu tempat ke tempat yang lain dan asal maknanya dari sisi Bahasa Arab berarti menyingkap, kejelasan, dan keterbukaan.

أَرْضِ الْعَدُوِّ : Tempat yang yang sedang dikuasai dan dipimpin oleh orang kafir.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Diharamkannya seluruh segala sesuatu yang mengakibatkan al-Qur’an itu akan dihina atau dilecehkan.
  2. Bentuk sempurnanya pengagungan kepada al-Qur’an adalah menjaganya dari seluruh hal-hal yang dapat mengurangi kemuliannya walaupun hal itu masih sekadar kemungkinan yang dikhawatirkan.
  3. Jagalah al-Qur’an dari segala jenis yang akan mengurangi dan merendahkan kehormatannya atau yang membuatnya menjadi hina.
  4. Letakkanlah mushaf di tempat yang layak baginya.

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

Baca juga:  HADIS KETUJUH: TERMASUK PENGAGUNGAN TERHADAP AL-QUR’AN ADALAH SENANTIASA MENGKHATAMKAN DAN MEMAHAMINYA
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments