HADIS KELIMA BELAS: TERMASUK MENGAGUNGKAN AL-QUR’AN ADALAH DENGAN CARA MEMBACANYA WALAUPUN SEDIKIT PADA SAAT QIAMULAIL

53
TERMASUK MENGAGUNGKAN AL QURAN ADALAH DENGAN CARA MEMBACANYA WALAUPUN SEDIKIT PADA SAAT QIAMULAIL
Perkiraan waktu baca: 1 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

REDAKSI HADIS:

 عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عنهما قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كُتِبَ مِنَ الْقَانِتِينَ، وَمَنْ قَامَ بِأَلْفِ آيَةٍ كُتِبَ مِنَ الْمُقَنْطِرِينَ.

Artinya:

Dari ‘Abdullāh bin ‘Amr bin ‘Āṣ raḍiyallāhu ‘anhumā, ia berkata, “Rasulullah ṣallallāhu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa bangun (salat malam) dan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak dicatat sebagai orang-orang yang lalai. Barangsiapa bangun (salat malam) dengan membaca seratus ayat, maka dia akan dicatat sebagai orang-orang yang tunduk dan patuh, dan barangsiapa bangun (salat malam) dengan membaca seribu ayat, maka dia akan dicatat sebagai orang-orang yang dermawan’.”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abū Dāwud dalam kitabnya, al-Sunan, kitab al-Ṣalāḥ, bab “Tahżīb al-Qur’ān”, no. (1398). Hadis ini dinyatakan sahih oleh al-Albānī dalam Ṣaḥīḥ al-Jamī’ al-Ṣagīr (2/1009) dan dinilai sebagai hadis hasan oleh al-Arnauṭ dalam tahkik Sunan Abū Dāwud (2/545).

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Lihat biografi singkat sahabat yang mulia ini di link: https://markazsunnah.com/hadis-kesembilan-al-quran-mengangkat-derajat-para-penghafalnya/#BIOGRAFI_SAHABAT_PERAWI_HADIS.

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

الْغَافِلِينَ: al-gaflah adalah meninggalkan sesuatu karena lupa atau disengaja.

الْقَانِتِينَ: orang yang taat agama, suka kebaikan dan istikamah menjalankan agama. Dikatakan juga bahwa dia yang berdiri lama ketika salat.

الْمُقَنْطِرِينَ: orang yang diberikan bagian besar dari pahala, al-qinar merupakan harta yang banyak.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Derajat seseorang dan kedekatannya kepada Allah subḥānahu wa ta’ālā sesuai dengan kedekatannya kepada Al-Qur’an.
  2. Di antara cara agar memiliki hubungan erat dengan Al-Qur’an adalah melaksanakan salat pada malam hari dengan membacanya walaupun hanya dengan beberapa ayat.
  3. Bersemangatlah untuk salat malam dengan bacaan Al-Qur’an walaupun 10 ayat saja.
  4. Berlombalah dan raihlah derajat-derajat di sisi Allah dengan Al-Qur’an karena itulah kekayaan yang hakiki.
Baca juga:  HADIS KESEMBILAN: AL-QUR’AN MENGANGKAT DERAJAT PARA PENGHAFALNYA

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments