HADIS KEEMPAT BELAS: AL-QUR’AN MENUNTUN JALAN MENUJU SURGA

377
AL QURAN MENUNTUN JALAN MENUJU SURGA
Perkiraan waktu baca: 1 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

Daftar Isi:

REDAKSI HADIS:

عن جابر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: الْقُرْآنُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ، وَمَاحِلٌ مُصَدَّقٌ، فَمَنْ جَعَلَهُ أمَامَهُ قَادَهُ إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَهُ إِلَى النَّارِ

Artinya : Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda, “Al-Quran adalah pemberi syafaat yang syafaatnya diterima dan sebagai penuntut yang tuntutannya dibenarkan. Siapa saja menjadikan Al-Quran di depannya, maka ia akan membawanya ke surga dan siapa saja meletakannya di belakang, ia akan mencampakannya ke dalam neraka.”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam kitabnya al-Shahih, lihat al-Ihsan (1/332, no. 124). Hadis ini sanadnya dinyatakan jayyid (baik) oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah (5/31) dan penilaian yang sama disebutkan oleh al-Arnauth dalam tahkiknya terhadap Sahih Ibn Hibban (1/332).

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Biografi sahabat perawi hadis ini telah pernah disebutkan sebelumya di web ini, lihat: https://markazsunnah.com/jabir-bin-abdullah-teladan-dalam-rihlah-mencari-hadis/

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

شَافِعٌ مُشَفَّعٌ  : Syafaat dalam hadis ini sifatnya secara umum, baik berkaitan dengan perkara dunia maupun akhirat. Makna syafaat adalah permintaan agar dihapuskan dari dosa dan kesalahan di antara mereka, sedangkan arti dari Al-Musyaffa’ adalah yang diterima syafaatnya.

مَاحِلٌ مُصَدَّقٌ : Musuh dan penuntut yang dibenarkan tuntutannya.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Al-Qur’an adalah pemandu yang akan menuntun sahabatnya menuju surga.
  2. Al-Qur’an adalah sahabat sejati bagi sahabatnya dan dia akan membela sahabatnya.
  3. Berpaling dari Al-Qur’an dan lalai terhadapnya merupakan jalan menuju neraka.
  4. Bersunggukh-sungguhlah dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pemandumu dalam setiap jalan yang kamu titi dalam kehidupan ini.
  5. Berpaling dari Al-Qur’an merupakan sebab utama kerugian, maka berhati-hatilah.
Baca juga:  HADIS KEENAM: BESARNYA PAHALA PEMBACA AL-QUR’AN

 

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments