HADIS KEDUA PULUH TIGA: MENGINDAHKAN SUARA PADA SAAT MEMBACA AL-QUR’AN ADALAH DI ANTARA KESEMPURNAAN PENGAGUNGAN TERHADAPNYAPerkiraan waktu baca: 1 menit

140
23. (jpg) MENGINDAHKAN SUARA PADA SAAT MEMBACA AL QUR’AN ADALAH DI ANTARA KESEMPURNAAN PENGAGUNGAN TERHADAPNYA
23. (jpg) MENGINDAHKAN SUARA PADA SAAT MEMBACA AL QUR’AN ADALAH DI ANTARA KESEMPURNAAN PENGAGUNGAN TERHADAPNYA

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

REDAKSI HADIS:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ.

Artinya:

Dari Abū Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, bahwa ia mendengar Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak pernah mendengar sesuatu dengan penuh saksama sebagaimana ketika mendengar nabi-Nya yang memperindah suaranya saat membaca Al-Qur’an dan menjaharkannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dalam kitabnya, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, kitab Faḍā’il al-Qur’ān, bab “Orang yang Tidak Melagukan Al-Qur’an”, no. 5023, dan Imam Muslim dalam kitabnya, Ṣaḥīḥ Muslim, kitab al-Masājid wa Mawāḍi’ al-Ṣalāh, bab “Anjuran Membaguskan Suara pada Saat Membaca Al-Qur’an”, no. 792.

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Lihat biografi lengkapnya di: https://markazsunnah.com/perawi-islam-abu-hurairah/ dan https://markazsunnah.com/perisai-bagi-abu-hurairah-radhiyallahu-anhu/.

KOSA KATA HADIS:

  1. أَذِنَ: mendengarkannya, tidaklah Allah Subḥānahu wa Ta’ālā mendengarkan sesuatu seperti menyimak seorang Nabi dalam memerdukan Al-Qur’an yaitu membacanya dan menyaringkannya.
  2. يَتَغَنَّى: memerdukan, maksudnya adalah memperindah bacaan dan memfasihkannya, dan setiap suara yang tinggi bagi orang Arab adalah senandung (irama).

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Suara yang bagus adalah nikmat dan keutamaan dari Allah Subḥānahu wa Ta’ālā, dan di antara bentuk syukur terhadapnya adalah membaca Al-Qur’an dengan suara yang merdu.
  2. Memerdukan bacaan Al-Qur’an adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah Subḥānahu wa Ta’ālā dan akan didengarkan oleh-Nya.
  3. Mengangkat suara dan memperdengarkan Al-Qur’an bagi pemilik suara yang indah adalah sesuatu yang dianjurkan dan tidak termasuk perbuatan yang mengganggu.
  4. Perindahlah suaramu dan merdukanlah ketika membaca Al-Qur’an.
  5. Rasakanlah bahwa Allah ‘Azza wa Jalla mendengarkanmu ketika melantunkan bacaan Al-Qur’an.
Baca juga:  HADIS PERTAMA: AHLU AL-QUR’ĀN ADALAH ORANG DEKAT DAN ORANG KHUSUS ALLAH AZZA WA JALLA

 

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments