HADIS KESEBELAS: AL-QUR’AN ADALAH MUKJIZAT TERBESAR NABI SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

57
AL QURAN ADALAH MUKJIZAT TERBESAR NABI
Perkiraan waktu baca: 1 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

REDAKSI HADIS:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ. متفق عليه

Artinya:

Dari Abū Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata, “Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah diberi keistimewaan-keistimewaan khusus yang tidak diberikan kepada manusia lainnya sehingga orang-orang beriman padanya. Adapun yang diberikan padaku adalah wahyu yang Allah turunkan kepadaku. Olehnya, aku berharap bahwa aku adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat’.”


TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dalam kitabnya, al-Ṣaḥīḥ, kitab Faḍā’il al-Qur’ān, Bab “Bagaimana Wahyu Turun? Wahyu yang Pertama Kali Turun”, no. (4981), dan Imam Muslim dalam kitabnya, al-Ṣaḥīḥ, kitab al-Īmān, Bab “Kewajiban Beriman kepada Risalah Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, no. (152).

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Silakan dilihat kembali biografinya di link berikut: https://markazsunnah.com/perawi-islam-Abū-hurairah/ dan https://markazsunnah.com/perisai-bagi-Abū-hurairah-radhiyallahu-anhu/ .

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

  1. مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ: setiap nabi diberikan satu mukjizat/ayat atau lebih dengan tujuan agar manusia beriman kepada mereka.
  2. وَحْيًا: pemberian ilmu, dan wahyu adalah Al-Qur’an dan sunah.
  3. تَابِعًا: pengikut yang bergabung.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Al-Qur’an menjadi wasilah dakwah yang kekal (berlaku hingga kiamat) dan memberikan pengaruh terbesar.
  2. Al-Quran adalah wahyu Allah subḥānahu wa ta’ālā untuk umat ini dan anugerah yang teragung.
  3. Hujah, penjelasan, mukjizat, dan pembelaan yang selalu relevan di setiap zamannya hingga hari akhir.
  4. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai wasilah dakwah yang pertama dalam berdakwah dan menjelaskan kepada umat.
  5. Bersyukurlah kepada Allah subḥānahu wa ta’ālā atas diberikannya nikmat Al-Qur’an dan selalulah bersama orang-orang yang mendakwahkannya.
Baca juga:  HADIS KEDELAPAN: KEUTAMAAN RUMAH YANG DI DALAMNYA DIBACAKAN AL-QUR’AN

 

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments