HADIS KEDUA PULUH: KEAGUNGAN AL-QUR’AN MENCAKUP SAHABAT AL-QUR’AN DAN JUGA ORANG TUANYA

234
HADIS KE KEAGUNGAN AL QUR’AN MENCAKUP SAHABAT AL QUR’AN DAN JUGA ORANG TUANYA
Perkiraan waktu baca: 2 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

Daftar Isi:

REDAKSI HADIS:

عَنْ بُرَيْدَةَ بْنِ الْحُصَيْبِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَإِنَّ الْقُرْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ. فَيَقُولُ لَهُ: هَلْ تَعْرِفُنِي؟ فَيَقُولُ: مَا أَعْرِفُكَ فَيَقُولُ: أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ، وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ، وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ، وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ، وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ، وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ: بِمَ كُسِينَا هَذَا ؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ. ثُمَّ يُقَالُ لَهُ: اقْرَأْ وَاصْعَدْ فِي دَرَجِ الْجَنَّةِ وَغُرَفِهَا، فَهُوَ فِي صُعُودٍ مَا دَامَ يَقْرَأُ، هَذًّا كَانَ، أَوْ تَرْتِيلًا.

Artinya:

Dari Buraidah bin al-Ḥuṣhaib raḍiyallāhu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Al-Qur’an akan menemui pemiliknya pada hari kiamat saat kuburnya terbelah seperti orang pucat, ia berkata, ‘Apa engkau mengenaliku’? Pemilik Al-Qur’an menjawab, ‘Aku tidak mengenalimu’. Ia berkata, ‘Aku adalah temanmu, Al-Qur’an yang membuatmu haus di tengah hari dan membuatmu begadang di malam hari, setiap pedagang berada di belakang dagangannya dan engkau hari ini berada di belakang daganganmu. Kemudian ia diberi kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, di kepalanya dikenakan mahkota kemuliaan kewibawaan dan kedua orang tuanya dikenakan sepasang pakaian yang tidak bisa dinilai oleh penduduk dunia, lalu kedua orang tuanya bertanya, ‘Mengapa kami dikenakan perhiasan ini’? Dikatakan pada keduanya, ‘Karena anakmu menghafal Al-Qur’an’. Kemudian dikatakan padanya, ‘Bacalah dan naiklah ke tingkat surga dan kamar-kamarnya’. Ia senantiasa naik selama ia membaca, baik dengan cepat atau dengan tartil’.”

Baca juga:  HADIS KEDUA PULUH LIMA: SATU AYAT AL-QUR’AN LEBIH BAIK DARI HARTA DUNIA

 

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Aḥmad  dalam al-Musnad (no. 22950), dan dinyatakan hasan oleh Ibnu Kaṡīr dalam tafsirnya (1/152), serta al-Albānī dalam Ṣaḥīḥ al-Targīb wa al-Tarhīb (2/169).

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Nama lengkap beliau adalah Buraidah bin al-Ḥuṣaib bin ‘Abdullāh bin al-Ḥāriṡ al-Aslamī. Kuniyah-nya adalah Abū ‘Abdullāh. Beliau masuk Islam pada saat Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam berpapasan dengannya dalam perjalanan hijrah kemudian beliau datang menemui Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam di Madinah seusai perang Uhud. Sejak itu, beliau  senantiasa ikut dalam momen-momen penting bersama Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, seperti perjanjian Hudaibiyah, dan ikut berbaiat di bawah pohon Ridwan, serta ikut berjihad bersama Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam sebanyak 16 kali. Buraidah pada asalnya adalah termasuk penduduk Madinah lalu pindah ke Baṣrah dan membangun rumah di sana lalu keluar untuk berjihad ke Khurasān kemudian berdomisili di Maru hingga wafat dan dimakamkan di sana pada masa pemerintahan khalifah Yazīd bin Mu’awiyah di tahun 63 H(2).

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

الشَّاحِب: orang yang berubah warna kulit (pucat) dan fisiknya disebabkan oleh safar atau penyakit dan sejenisnya.

الْهَوَاجِرِ: bentuk plural dari al-hajīrah, yaitu waktu di tengah hari ketika keadan sangat panas, dan ia dinamakan al-hajīrah karena manusia (pada saat itu) berdiam diri di rumah mereka.

هَذًّا: adalah membaca dengan bacaan yang cepat.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Keberuntungan besar kepada para sahabat Al-Qur’an karena kebaikannya tidak akan terputus hingga hari kiamat.
  2. Perdagangan yang hakiki bersama Al-Qur’an, yaitu dengan mengamalkan dan menunaikan hak dari ayat-ayatnya.
  3. Seorang mukmin yang menunaikan hak-hak Al-Qur’an adalah seperti pedagang yang sukses. Karenanya, janganlah kamu tertipu dengan kenikmatan dunia dan perhiasannya.
  4. Tarbiah kedua orang tua kepada anak-anaknya dengan Al-Qur’an akan menghasilkan keberkahan yang sangat besar dan manfaatnya akan mencakup pada kehidupan dunia dan akhirat.
  5. Bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan dan mengamalkan isi Al-Qur’an karena dia adalah perdagangan yang sangat menguntungkan.
  6. Bersungguh-sungguhlah dalam bersama dan menemani Al-Qur’an karena di situlah kesuksesan dan kemenangan.
  7. Janganlah kamu merendahkan dan menghinakan fakir miskin, boleh jadi dia termasuk sahabat Al-Qur’an yang mana keberkahan dan kebaikan selalu bersamanya.
  8. Bersemangatlah menarbiyah anak-anakmu dalam menghafalkan dan mengamalkan Al-Qur’an karena itu merupakan sebaik-baik tarbiah.
Baca juga:  HADIS KEDUA PULUH DUA: MENGIKHLASKAN NIAT DALAM BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN ADALAH INTI PENGAGUNGAN TERHADAPNYA

 

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

(2) Lihat biografi lengkapnya di al-Isti’āb fī Ma’rifah al-Asḥāb karya Ibnu ‘Abdilbarr (1/185), Usdu al-Gābah karya Ibnu al-Aṡīr (1/367) dan al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah karya Ibnu Hajar al-‘Asqalanī (1/418).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments