HADIS KEDUA PULUH DUA: MENGIKHLASKAN NIAT DALAM BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN ADALAH INTI PENGAGUNGAN TERHADAPNYA

125
(jpg) Hadis Kedua Puluh Dua
Perkiraan waktu baca: 2 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

REDAKSI HADIS:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ -وذكر الشهيد- ثم قال: وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا، قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ، وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Artinya:  

Dari Abūu Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat ialah seseorang yang mati syahid’, kemudian beliau berkata, ‘dan didatangkan pula seseorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya, serta membaca Al-Qur’an, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas, Allah bertanya, ‘ Apa yang telah kamu perbuat dari nikmat ini’? Dia menjawab, ‘Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca Al Qur’an karena-Mu’. Allah berfirman, ‘Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu agar dikatakan sebagai alim, kamu membaca Al Qur’an agar dikatakan qari’, dan kamu telah dikatakan seperti itu, kemudian diperintah untuk ditarik dengan wajahnya yang tersungkur hingga dilemparkan ke dalam neraka’.”  (H.R. Muslim)

Daftar Isi:

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan lafaz yang panjang dan lengkap dalam kitabnya Ṣaḥīḥ Muslim, kitab al-Imārah, bab “Barang siapa berperang hanya karena riya’ dan sum’ah maka berhak di neraka”, no. (1905).

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Lihat biografi lengkapnya di: https://markazsunnah.com/perawi-islam-abu-hurairah/ dan https://markazsunnah.com/perisai-bagi-abu-hurairah-radhiyallahu-anhu/.

Baca juga:  HADIS KELIMA BELAS: TERMASUK MENGAGUNGKAN AL-QUR’AN ADALAH DENGAN CARA MEMBACANYA WALAUPUN SEDIKIT PADA SAAT QIAMULAIL

KOSA KATA HADIS:

يُقْضَى  : ditetapkan, diputuskan, dinilai.

عَرَّفَهُ نِعَمَهُ : diperlihatkan, dijelaskan, dan diingatkan kepadanya nikmat-nikmat.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Di antara bentuk pengagungan seorang pembaca Al-Qur’an terhadap nikmat Allah yang diberikan padanya adalah dengan mengamalkannya (kandungan Al-Qur’an).
  2. Bagaimanapun mulia dan agungnya suatu amalan, jika tidak disertai dengan keikhlasan maka akan tertolak.
  3. Hal yang paling mesti diperhatikan dan diusahakan oleh pembaca Al-Qur’an adalah bagaimana dia senantiasa memeriksa hatinya dan keikhlasannya kepada Rabb-nya.
  4. Hari kiamat adalah hari ditampakkannya seluruh rahasia dan dibukanya seluruh hakikat dari amalan, maka tidak ada yang abadi dan tinggal dari amal saleh kecuali yang dikerjakan hanya karena Allah.
  5. Wahai para pembaca Al-Qur’an, jangan jadikan obsesimu hanya sekadar mencari gelar-gelar duniawi atau kedudukan di tengah manusia karena itu semuanya tidak bernilai dan tidak bermanfaat sedikitpun di sisi Allah Subḥānahu wa Ta’ālā!
  6. Hendaknya para pembaca Al-Qur’an berhati-hati dari riya’ karena dia adalah satu penyakit yang tersembunyi yang akan menghapuskan amalan.

 

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments