HADIS KE-23: BERAKHLAK BAIK KEPADA ANAK DAN TIDAK JEMU DENGAN MEREKA

100
(jpg) Hadis Pendidikan Anak
Perkiraan waktu baca: 1 menit

40 HADIS PENDIDIKAN ANAK[1]

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: خَدَمْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ، وَاللهِ مَا قَالَ لِي: أُفًّا قَطُّ، وَلَا قَالَ لِي لِشَيْءٍ: لِمَ فَعَلْتَ كَذَا؟ وَهَلَّا فَعَلْتَ كَذَا؟

Artinya:

Dari Anas bin Malik raḍiyallahu’anhu ia berkata, “Aku menjadi pelayan Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam selama sepuluh tahun. Demi Allah, selama itu beliau tidak pernah berkata ‘uf (hus)’ kepadaku dan tidak pernah berkata, ‘Mengapa engkau berbuat begini? Mengapa engkau tidak berbuat begitu?’”

Daftar Isi:

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhāri dalam al-Ṣaḥīḥ dalam Kitab al-Adab, Bab Akhlak Yang Baik, Kedermawanan, dan Yang Dibenci Berupa Kebakhilan nomor 6038 dan Imam Muslim dalam al-Ṣaḥīḥ dalam Kitab al-Faḍāil Bab Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling baik akhlaknya nomor 2309.

Kosakata Hadis:

أُفًّا: ism fi’l yang bermakna “saya jemu”.

قَطُّ: kata keterangan waktu yang mencakup masa lampau dan digunakan khusus untuk penafian. Ia juga bisa bermakna “sama sekali.” Al-Nawawi raḥimahullāh berkata,  “Ada sepuluh dialek untuk kata ini: أُفَّ dengan fa berharakat fatah, damah, atau kasrah tanpa tanwin dan dengan tanwin, ini berjumlah enam.  أُفْ dengan hamzah berharakat damah dan fa sukun. إِفَ dengan hamzah berharakat kasrah dan fa berharakat fatah. أُفِّي dan أُفِّهِ dengan masing-masing hamzah berharakat damah.

Pelajaran

  1. Di antara petunjuk Islam adalah berakhlak baik kepada anak-anak dan menghargai mereka.
  2. Muamalah yang baik memberikan pengaruh kepada anak dan membangun kepercayaan diri pada jiwa mereka.
  3. Akhlak yang terpuji ditujukan kepada anak kecil dan orang dewasa, tidak dikhususkan kepada kelompok tertentu.
  4. Tidak jemu dengan anak kecil, berusaha untuk meminimalkan menyalahkan mereka mengingat usia dan pemahaman mereka yang belum sama dengan orang dewasa.
  5. Banyaknya celaan seorang pendidik akan menghilangkan kepercayaan diri pada anak yang dididik, menghancurkan kepribadian mereka, dan menimbulkan kerenggangan antara ia dan pendidiknya, dan tarbiah akan terganggu karena pengaruhnya.
  6. Kelembutan seorang pendidik kepada yang anak didiknya adalah sifat utama dalam kesuksesan tarbiah.
Baca juga:  HADIS KEDUA: TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK

 

 


Footnote:

[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab al-Arba’ūn al-Jiyād fi Tarbiyah al-Aulād (Empat Puluh Hadis Pendidikan Anak) karya Syekh ‘Abd al-‘Azīz bin Muḥammad al-Ḥuwaiṭān hafiẓahullāh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments