HADIS SETIAP KEBAIKAN ADALAH SEDEKAH

324
HADIS SETIAP KEBAIKAN ADALAH SEDEKAH
Perkiraan waktu baca: 2 menit

Daftar Isi:

REDAKSI HADIS:

عَنْ جَابِرٍ  رضي الله عنه قَالَ، قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم: كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ

Artinya: “Jabir bin Abdullah raḍiyallahu ‘anhumā berkata, Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap kebaikan adalah sedekah.”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (6021) dari jalur Abu Gassān, dari Muhammad bin Mungkadir, dari Jabir bin Abdullah, dari Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam.

Sejatinya hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (1005) namun dari jalur sahabat yang berbeda, yaitu Huzaifah bin Yaman.

Imam Tirmizi meriwayatkan dari jalur Qutaibah bin Sa’id, dari Muhammad bin Mungkadir, dari Jabir bin Abdullah, dari Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam, redaksi hadis yang sama, namun dengan tambahan,

وَإِنَّ مِنَ الْمَعْرُوْفِ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ وأن تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فيِ إِنَاءِ أَخِيكَ

“Sesungguhnya di antara bagian kebaikan adalah engkau menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri, dan juga menuangkan air ke bejana saudaramu.”

PROFIL SAHABAT[1]:

Jabir bin Abdullah bin Amr bin Haram, Abu Abdurrahman atau Abu Abdullah al-Anshari al-Sulami. Beliau dan ayahnya adalah sahabat Nabi, bahkan ayahnya mati syahid di perang Uhud. Di antara keutamaan Jabir adalah partisipasi beliau dalam jihad bersama Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam. Sebanyak 19 peperangan bersama Nabi beliau ikuti. Dua peperangan besar Nabi tidak beliau ikuti yaitu perang Badar dan Uhud disebabkan karena dilarang ayahnya. Setelah ayahnya wafat di perang Uhud maka beliau ikuti semua peperangan Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam setelahnya.

Di antara keutamaan beliau adalah partisipasi beliau dalam baiat Aqabah, yang menunjukkan bahwa beliau termasuk penduduk Madinah yang cepat beriman kepada Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau adalah seorang ulama di kalangan sahabat, bahkan termasuk 10 sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah. Oleh karena itu beliau memiliki majelis ilmu di masjid Nabawi. Beliau termasuk sahabat terakhir yang meninggal dunia di Kota Madinah pada tahun 78 H. Sebagian ulama berpendapat bahwa beliau wafat pada tahun 74 H, dan ada juga yang berpendapat wafat pada tahun 73 H, raḍiyallahu ‘anhuma.

PENJELASAN HADIS:

Sabda Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam,

كُلُّ مَعْرُوْفٍ

Baca juga:  HADIS KE-18 AL-ARBAIN: TAKWA DAN AKHLAK MULIA

Artinya: “Setiap kebaikan adalah sedekah.”

Kalimat “kullu” merupakan salah satu kalimat umum, bahkan ia merupakan kalimat yang maknanya paling umum, jadi mencakup seluruh bentuk kebaikan dan seluruh ukurannya; yaitu kebaikan yang besar maupun kecil.

Yang dimaksud dengan makruf adalah,

اِسْمٌ جَامِعٌ لِكُلِّ مَا فِيْهِ نَفْعٌ لِلْآخَرِيْنَ مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ

Artinya: “Sebuah istilah yang mencakup segala hal yang ada manfaatnya bagi orang lain baik ucapan maupun perbuatan.”[2]

Sebagian ulama mendefisinikan kalimat ma’ruf dengan,

الإِحْسَانُ وَالطَّاعَةُ وكُلُّ مَا عُرِفَ فِي الشَّرْعِ وَالْعَقْلِ حُسْنُهُ

Artinya: “Perbuatan baik dan ketaatan serta semua perkara yang baik menurut perspektif syariat dan akal.”[3]

Ditilik dari definisi-definisi di atas, maka yang dimaksud cakupan kalimat ma’ruf sangat luas, mencakup seluruh kebaikan dan amalan ibadah, baik amalan lisan maupun amalan perbuatan, baik amalan yang zatiyah (manfaatnya untuk pribadi) maupun amalan muta’addiyah (manfaatnya untuk orang lain). Adapun amalan yang ditambahkan dalam riwayat Imam Tirmizi maka tujuannya bukan pembatasan, namun sekadar sebagai contoh.

Sabda Rasulullah ṣallallahu ‘alaihi wasallam,

صَدَقَةٌ

Artinya: “Adalah sedekah.”

Makna asal dari sedekah adalah menyumbangkan harta karena Allah Azza wa Jalla, dan informasi hadis bahwa  setiap kebaikan adalah sedekah merupakan bagian dari tasybih (perumpamaan), maknanya bahwa amalan kebaikan memiliki pahala seperti pahala sedekah.[4]

FIKIH HADIS:

1- Banyaknya jalan kebaikan dan beragamnya jenis ibadah kepada Allah Azza wa Jalla, hal ini selaras dengan firman Allah Azza wa Jalla,

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى

Artinya: “Sungguh, amalan-amalan kalian beraneka ragam.” (QS. Al-Syam: 4).

2- Frasa “sedekah” tidak hanya bermakna memberikan harta kepada orang, namun semua yang dikerjakan oleh manusia baik dengan lisannya dan anggota tubuhnya dan memberikan kebaikan dan manfaat kepada orang lain.

Baca juga:  HADIS SIFAT WUDU LENGKAP

3- Hadis ini merupakan motivasi untuk melakukan kebaikan. 

 


Footnote:

[1] Al-Iṣābah fi Tamyīzi Al- ṣahābah, karya Ibnu Hajar, (1/434).

[2]  Minhatu al-‘Allam fi Syarh Bulugi al-Maram (10/117).

[3]  Taisir Karimi al-Rahman, karya syekh Al-Sa’di, hal. 202.

[4]  Minhatu al-‘Allam fi Syarh Bulugi al-Maram (10/118).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments