HADIS KE-22: MELATIH ANAK DENGAN KEKESATRIAAN DAN MENGHIBUR MEREKA

138
[Bahan] Thumbnail Hadis 22
Perkiraan waktu baca: 2 menit

40 HADIS PENDIDIKAN ANAK[1]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَابَقَ بِالْخَيْلِ الَّتِي قَدْ أُضْمِرَتْ مِنَ الْحَفْيَاءِ، وَكَانَ أَمَدُهَا ثَنِيَّةَ الْوَدَاعِ، وَسَابَقَ بَيْنَ الْخَيْلِ الَّتِي لَمْ تُضْمَرْ، مِنَ الثَّنِيَّةِ إِلَى مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ، وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ فِيمَنْ سَابَقَ بِهَا.

Artinya:

Dari Abdullāh bin ‘Umar raḍiyallahu’anhuma bahwa Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam pernah mengadakan lomba pacuan kuda yang telah dilatih dari Hafyā’ sampai ke Ṡaniyyah al-Wadā’, dan kuda yang belum dilatih dari Ṡaniyyah hingga Masjid Bani Zurai’. Ibn ‘Umar sendiri turut dalam perlombaan itu.

Daftar Isi:

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhāri dalam al-Ṣaḥīḥ dalam Kitab al-Ṣalāḥ, Bab Apakah Boleh Mengatakan Masjid Bani Fulan nomor 420 dan Imam Muslim dalam al-Ṣaḥīḥ dalam Kitab al-Imārah Bab Perlombaan antar Kuda dan Melatihnya nomor 1870.

Kosakata Hadis:

أُضْمِرَتْ: (kuda) yang dikurangi pakannya beberapa lama dan dimasukkan ke ruangan yang tertutup hingga dia berkeringat, mengering keringatnya, dan mengering pula dagingnya sehingga ia kuat berlari.

Pelajaran

  1. Memotivasi anak untuk berlatih olahraga berkuda yang terhitung di antara olahraga terpenting.
  2. Dalam hal hiburan untuk anak-anak direkomendasikan hal-hal bermanfaat bagi akal dan jasad mereka.
  3. “Akal yang baik terdapat dalam tubuh yang sehat” adalah sebuah kalimat hikmah yang agung.
  4. Kompetisi yang sehat antara anak-anak adalah salah satu metode pendidikan yang sukses.
  5. Memberikan hiburan kepada anak-anak dengan memerhatikan usianya merupakan bentuk tarbiah yang bermanfaat dan berkesan.
  6. Upaya agar hiburan sejalan dengan kemaslahatan dan cita-cita umat.
  7. Pentingnya seorang pendidik turun langsung dalam hiburan anak didiknya, serta mendidik dan mengontrol mereka.
  8. Pemuda itu penuh potensi. Jika ia tidak diarahkan kepada kebaikan dan disuguhi hal-hal yang bermanfaat, maka ia akan mengarah kepada keburukan dan menjadi petaka bagi dirinya dan umat ini.
  9. Cita-cita yang tinggi landasannya adalah tarbiah.
  10. Bolehnya perlombaan pacuan kuda dan unta, serta memanah, baik tanpa hadiah atau dengan hadiah yang diambil dari kedua peserta lomba, atau salah satu dari keduanya, atau pihak ketiga. Ini adalah ijmak ulama.
Baca juga:  HADIS KE-21: MENDAHULUKAN ANAK YANG LEBIH BANYAK HAFALANNYA UNTUK MENJADI IMAM DAN MENOLONG MEREKA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا سَبَقَ إِلَّا فِي نَصْلٍ، أَوْ خُفٍّ، أَوْ حَافِرٍ».

Artinya:
Dari Abu Hurairah raḍiyallahu’anhu dari Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Tidak ada hadiah (lomba) kecuali pada panahan atau pacuan unta dan kuda.” H.R. al-Tirmiżi, Abu Dāwūd, dan al-Nasāi, disahihkan oleh al-Tirmiżi dan al-Albāni, dan isnadnya sahih.

  1. Ulama berbeda pendapat dalam hal perlombaan selain tiga hal tersebut, apakah termasuk ke dalam kategori tersebut dengan adanya hadiah? Jumhur ulama melarang. Abu Ḥanīfah membolehkan dalam perlombaan ilmu-ilmu syariat, hal ini di-rājiḥ-kan oleh Ibn Taimiyah dan Ibn al-Qayyim. Al-Syāfi’i membolehkan perlombaan menggunakan alat-alat perang.
  2. Perlombaan yang di dalamnya ada mafsadat yang dominan seperti permaian dadu dan catur maka ia haram baik dengan hadiah maupun tanpa hadiah.
  3. Perlombaan yang dimaksudkan untuk hiburan dan olahraga –dengan syarat ia terbebas dari hal-hal yang haram– maka boleh dengan tanpa hadiah. Ini adalah pendapat jumhur, di-rājiḥ-kan oleh Ibn Bāz dan Ibn ‘Uṡaimīn.
  4. Taruhan akan pemenang lomba termasuk judi yang diharamkan.

 

 


Footnote:

[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab al-Arba’ūn al-Jiyād fi Tarbiyah al-Aulād (Empat Puluh Hadis Pendidikan Anak) karya Syekh ‘Abd al-‘Azīz bin Muḥammad al-Ḥuwaiṭān hafiẓahullāh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments