HADIS HASAN DAN SAHIH LIGAIRIHI

149
HADIS HASAN DAN SAHIH LIGAIRIHI
HADIS HASAN DAN SAHIH LIGAIRIHI
Perkiraan waktu baca: 2 menit
image_pdfUnduh PDF

HADIS HASAN

Definisi hadis hasan:

هو ما استوفى شروط الصحة، إلا أن أحد رواته أو بعضهم دون راوي الصحيح في الضبط بما لا يخرجه عن حيز الاحتجاج بحديثه

Hadis hasan merupakan hadis yang telah mencakup padanya syarat sahihnya sebuah hadis. Akan tetapi, terdapat seorang atau sebagian perawi yang levelnya di bawah perawi hadis sahih dari segi hafalan (ḍabṭ) yang tidak sampai membuatnya keluar dari lingkup kebolehan berhujah dengan hadisnya.

Dengan definisi dan syarat seperti ini, hadis hasan diistilahkan dengan hadis “al-ḥasan liżātihi”.

Penjelasan makna definisi:

  1. “Telah mencakup padanya syarat sahihnya sebuah hadis”, maksudnya dari segi: (a) penyandarannya kepada Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam; (b) sanadnya bersambung hingga Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam; (c) terhindar dari syużūż (kejanggalan-kejanggalan); dan (d) terhindar dari ilat (kecacatan).
  2. Satu-satunya syarat hadis sahih yang tidak terpenuhi pada hadis hasan adalah tamām al-ab (kesempurnaan hafalan). Syarat inilah yang memberikan perbedaan antara keduanya pada tingkatannya. Periwayat hadis hasan dari sisi kekuatan hafalan dan ketelitian, levelnya di bawah periwayat hadis sahih. Perawi hadis hasan diistilahkan dengan beberapa sebutan, di antaranya: ṣadūq (jujur), lā ba’sa bihi (tidak mengapa), iqah yukhṭi’ (terpercaya namun kadang salah dalam periwayatan), ṣadūq lahu auham (jujur namun memiliki beberapa kekeliruan dalam periwayatan).

Contohnya:

Hadis yang diriwayatkan Ibn al-Qaṭṭan dalam beberapa tambahan beliau terhadap Sunan Ibnu Majah (no. 2744) dari jalur: Yaḥya bin Said, dari ‘Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُفْرٌ بِامْرِئٍ ادِّعَاءُ نَسَبٍ لَا يَعْرِفُهُ، أَوْ جَحْدُهُ، وَإِنْ دَق

‘Kafirlah orang yang mengaku-ngaku nasab orang yang tidak diketahuinya, atau menolak nasab (yang sebenarnya), meskipun samar’.”

Sanad hadis ini hasan. Dalam jalur periwayatan hadis di atas terdapat seorang periwayat yang bernama Amru bin Syu’aib bin Muḥammad bin Abdillāh bin ‘Amru bin al-‘Āṣ. Al-Ḥafīẓ Ibnu Hajar raḥimahullāh memberikan penilaian kepada perawi ini sebagai seorang yang ṣadūq. (1) Maksudnya adalah beliau seorang yang jujur namun kualitas hafalannya tidak mencapai perawi ṡiqah.

HADIS SAHIH LIGAIRIHI

Definisi Hadis Sahih Ligairihi:

الصحيح لغيره هو الحسن لذاته إذا روي من طريق آخر مثله أو أقوى منه، وسمي صحيحا لغيره، لأن الصحة لم تأت من ذات السند، وإنما جاءت من انضمام غيره إليه

Hadis sahih ligairihi adalah hadis yang asalnya hasan liżātihi jika diriwayatkan dari jalur lain yang memiliki derajat yang sama, atau bahkan lebih kuat darinya. Dinamakan sebagai sahih ligairihi karena kesahihannya tidaklah bersumber dari sanadnya sendiri, melainkan karena bergabungnya sanad yang lain ke dalamnya.(2)

Penjelasan Makna Definisi:

  1. “Merupakan nama lain dari hadis hasan liżātihi”, maksudnya silakan lihat kembali makna hadis hasan liżātihi.
  2. “Jika diriwayatkan dari jalur lain yang memiliki derajat yang sama”, maksudnya adalah hadis tersebut juga diriwayatkan dengan sanad yang lain dengan kualitas sanad yang sederajat.
  3. “Lebih kuat darinya”, yaitu hadis yang sahih.
  4. “Dinamakan sahih ligairihi”, maksudnya adalah hadis yang tergabung dari dua jalur.
  5. “Karena kesahihannya tidaklah bersumber dari sanadnya sendiri”, maksudnya, karena penilaian terkait hukum dari sisi kesahihannya tidaklah bersumber dari penilaian terhadap satu sanad hadis saja.
  6. “Melainkan karena bergabungnya sanad lain ke dalamnya”, maksudnya adalah bergabungnya sanad selainnya ke dalamnya yang memiliki derajat yang sama dengannya atau lebih kuat darinya.

 


Footnote:

(1) Taqrīb al-Taḥżīb (2/72).

(2) Lihat: Taisir Musṭalah al-Hadīṡ (hal. 50), karya Syekh Maḥmūd al-Ṭahhan dengan sedikit perubahan.

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments