HADIS KETUJUH: BERMAIN TOMBAK DAN LEMBINGPerkiraan waktu baca: 1 menit

4
hadis

40 HADIS TENTANG OLAH RAGA(1)

REDAKSI HADIS:

عن عُرْوَة بن الزُّبَيرِ أَنَّ عائِشَةَ رضي الله عنها قالتْ: لَقَدْ رَأَيتُ رسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا على بابِ حُجْرَتِي والْحَبَشَةُ يَلْعَبُونَ فِي المَسْجِدِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتُرُنِي بِرِدائِهِ؛ أَنْظُرُ إلى لَعِبِهِمْ.

وورد قولها رضي الله عنها: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَالْحَبَشَةُ يَلْعَبُونَ بِحِرَابِهِمْ.  (رواهما البخاري).

Artinya: Dari Urwah bin az-Zubair, bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Pada suatu hari aku melihat Rasulullah berada di depan pintu kamarku, sementara orang-orang Habasyah sedang bermain tombak di dalam masjid. Rasulullah menutupiku dengan selendang beliau agar aku dapat menyaksikan permainan mereka.

Dalam riwayat lain, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Aku melihat Nabi , sedangkan orang-orang Habasyah sedang bermain dengan tombak-tombak mereka.”

(Kedua hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari).

TAKHRIJ HADIS:

     Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab ash-Shalah, Bab Permainan Tombak oleh Orang-orang Habasyah di Dalam Masjid (no. 454 dan 455).

SYARAH HADIS:

     Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah berkata, “Permainan tombak bukan sekadar hiburan semata, tetapi mengandung unsur latihan keberanian, persiapan menghadapi peperangan, dan kesiapan untuk menghadapi musuh. Al-Muhallab rahimahullah berkata: “Masjid merupakan tempat untuk menyelesaikan berbagai urusan kaum muslimin. Oleh karena itu, segala aktivitas yang mengandung maslahat bagi agama dan kaum muslimin diperbolehkan dilakukan di dalamnya.” Hadis ini juga menunjukkan bolehnya menyaksikan hiburan atau permainan yang dibenarkan oleh syariat. Selain itu, hadis ini menggambarkan indahnya akhlak Rasulullah ﷺ dalam memperlakukan keluarganya. Beliau memberikan kesempatan kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha untuk menyaksikan permainan tersebut dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Hadis ini juga menjadi bukti keutamaan serta kedudukan Aisyah radhiyallahu ‘anha yang istimewa di sisi Rasulullah ﷺ.(2)

Baca juga:  HADIS KESEPULUH: PERINTAH SAHUR DAN KEBERKAHANNYA

Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku Al-Arba’ūn Al-Riyādhiyyah Arba’ūna Hadītsan fī Fadhāil al-Riyādhah, karya Syekh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf hafizhahullah, diterbitkan oleh Dār al-Thayyibah lin Nasyr wa al-Tawzi’ di Riyadh-Saudi Arabia, Cetakan Pertama, tahun 1425H/2004M.

(2) Fathu al-Bāri (2/121-122).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted