HADIS KEEMPAT: AL-HARWALAH (BERLARI KECIL) BUKTI KEKUATANPerkiraan waktu baca: 2 menit

13
Pic

40 HADIS TENTANG OLAH RAGA(1)

REDAKSI HADIS:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ مَكَّةَ وَقَدْ وَهَنَتْهُمْ حُمَّى يَثْرِبَ. قَالَ الْمُشْرِكُونَ: إِنَّهُ يَقْدَمُ عَلَيْكُمْ غَدًا قَوْمٌ قَدْ وَهَنَتْهُمُ الْحُمَّى وَلَقُوا مِنْهَا شِدَّةً، فَجَلَسُوا مِمَّا يَلِي الْحِجْرَ، وَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَرْمُلُوا ثَلَاثَةَ أَشْوَاطٍ، وَيَمْشُوا مَا بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ لِيَرَى الْمُشْرِكُونَ جَلَدَهُمْ. فَقَالَ الْمُشْرِكُونَ: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّ الْحُمَّى قَدْ وَهَنَتْهُمْ، هَؤُلَاءِ أَجْلَدُ مِنْ كَذَا وَكَذَا. قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: وَلَمْ يَمْنَعْهُ أَنْ يَأْمُرَهُمْ أَنْ يَرْمُلُوا الْأَشْوَاطَ كُلَّهَا إِلَّا الْإِبْقَاءُ عَلَيْهِمْ.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ: إِنَّمَا سَعَى رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَرَمَلَ بِالْبَيْتِ لِيُرِيَ الْمُشْرِكِينَ قُوَّتَهُ.

Artinya: Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersama para sahabat datang ke Makkah, sementara mereka telah dilemahkan oleh demam Yatsrib (Madinah). Orang-orang musyrik berkata, “Besok akan datang kepada kalian suatu kaum yang telah dilemahkan oleh demam dan sangat menderita karenanya.” Mereka kemudian duduk di dekat Hijr (Hijr Ismail). Lalu Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat untuk melakukan ramal (berlari-lari kecil) pada tiga putaran pertama tawaf dan berjalan seperti biasa di antara dua rukun (Rukun Yamani dan Hajar Aswad), agar orang-orang musyrik melihat kekuatan dan ketangguhan mereka. Melihat hal itu, orang-orang musyrik berkata, “Inikah kaum yang kalian katakan telah dilemahkan oleh demam? Demi Allah, mereka justru lebih kuat daripada ini dan itu.” Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata, “Tidak ada yang menghalangi Rasulullah ﷺ memerintahkan mereka melakukan ramal pada seluruh tujuh putaran tawaf selain karena ingin menjaga (tidak memberatkan) mereka.”

Baca juga:  HADIS KEDUA PULUH TIGA: UPAYA MENDAPATKAN LAILATULQADR

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma juga berkata: “Rasulullah ﷺ melakukan sa’i dan ramal di Baitullah semata-mata untuk memperlihatkan kekuatan beliau kepada orang-orang musyrik.” (Kedua hadis ini diriwayatkan oleh Muslim).

TAKHRIJ HADIS:

Kedua hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Hajj, Bab Anjuran Melakukan Ramal pada Thawaf dan Umrah serta Penjelasan Hukumnya (no. 1266). Adapun Imam al-Bukhari hanya menyebutkan riwayat pertama dalam Shahih-nya, Kitab al-Hajj, Bab Cara Memulai Ramal dalam Thawaf (no. 1602).

SYARAH HADIS:

     Ramal adalah berjalan dengan langkah cepat yang mendekati lari kecil. Istilah ini hampir sama dengan harwalah. Demikian pula khabab, yang memiliki makna serupa, yaitu berjalan cepat dengan langkah-langkah pendek tanpa melompat.

     Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa dari hadis ini dapat diambil beberapa pelajaran, di antaranya:

  • Dibolehkannya menampakkan kekuatan di hadapan orang-orang kafir, baik dengan memperlihatkan kesiapan fisik, perlengkapan, persenjataan, maupun hal-hal lain yang dapat menimbulkan rasa gentar pada mereka. Sikap seperti ini tidak termasuk riya yang tercela.
  • Hadis ini juga menunjukkan bolehnya menggunakan ma’ārīḍ (sindiran atau cara yang tidak menampakkan maksud sebenarnya secara langsung) melalui perbuatan, sebagaimana hal itu dibolehkan melalui ucapan. Bahkan, dalam kondisi tertentu, penggunaan isyarat melalui perbuatan bisa lebih efektif daripada melalui ucapan.(2)

Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku Al-Arba’ūn Al-Riyādhiyyah Arba’ūna Hadītsan fī Fadhāil al-Riyādhah, karya Syekh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf hafizhahullah, diterbitkan oleh Dār al-Thayyibah lin Nasyr wa al-Tawzi’ di Riyadh-Saudi Arabia, Cetakan Pertama, tahun 1425H/2004M.

(2) Fathu al-Bāri (4/269).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted