MENANGIS KETIKA SALATPerkiraan waktu baca: 1 menit

67
Picture

وَعَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ الشِّخِّيرِ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللهَ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي وَفِي صَدْرِهِ أَزِيْزٌ كَأَزِيْزِ المـِرْجَلِ مِنَ البُكَاءِ. رَوَاهُ أَحْمَدُ، وَأَبُو دَاوُدَ، وَالتِّرْمِذِيُّ فِي الشَّمَائِلِ، وَابْنُ حِبَّانَ، وَالنَّسَائِيُّ وَعِنْدَهُ: وَقَالَ يَعْنِي: يَبْكِي. وَقَدْ وَهِمَ فِي هَذَا الحَدِيثِ مَنْ قَالَ: أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: Dari Muttharrif bin Abdullah bin As-Syikkhir dari bapaknya, dia berkata, “Aku melihat Rasulullah ﷺ sedang salat dan dari dadanya seperti suara air yang mendidih sebagaimana air yang mendidih di dalam cerek karena tangisan.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dalam al-Syamāil al-Muhammadiyah, Ibnu Hibban dan An-Nasai. Dia berkata, “Maksudnya adalah beliau menangis.” Telah terjadi kesalahan yang mengatakan bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim.[1]

Biografi Perawi Hadis:

Muttharrif bin Abdullah bin As-Syikkhir; Abu Abdillah Al-Harasyi Al-Bashri. Beliau adalah seorang tabiin yang masyhur, di antara  perkataan beliau yang cukup masyhur,

عُقُوْلُ النَّاسِ عَلَى قَدْرِ زَمَانِهِم

Artinya: “Akal manusia sebatas zamannya.”

Beliau juga pernah berkata,

لأَنْ أَبِيْتَ نَائِماً وَأُصْبِحَ نَادِماً، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَبِيْتَ قَائِماً وَأُصْبِحَ مُعْجَباً

Artinya: “Melalui waktu malam hanya dengan tidur saja kemudian penyesalan di waktu pagi, lebih aku cintai daripada aku lalui malam dengan shalat kemudian rasa ujub di waktu pagi.”

Muttharrif bin Abdullah bin As-Syikkhir wafat tahun 95 hijriah.[2]

Kosa Kata Hadis

(أَزِيزٌ) Aziizun artinya suara air di dalam cerek ketika mendidih.

(المـِرْجَل) artinya cerek[3]; tempat air minum yang bercerat. Atau dikenal sebagai alat untuk menjerang air.

Faedah dan Istinbat dari Hadis:

  1. Fikih dari hadis tersebut bahwa tangisan ketika salat tidak membatalkan ibadah salat tersebut.[4]
  2. Hadis tersebut menjadi landasan dalil anjuran agar seseorang hendaknya khusyuk dalam ibadah salat. Hatinya merasa takut karena mengetahui bahwa Allah ﷻ Maha Adil dan senantiasa berharap karena Allah Maha Pemberi karunia.
  3. Kelaziman dari rasa takut yang amat sangat umumnya adalah tangisan. Jika seseorang menangis dalam salatnya tanpa diiringi dengan suara yang nyaring dari tangisannya maka tidak mengapa. Menangis karena kerinduan kepada jannah dan takut terhadap neraka.[5]
Baca juga:  HADIS KEWAJIBAN MENCUCI KEDUA KAKI SECARA SEMPURNA

Footnote:

[1] HR. Ahmad (no. 16312), Abu Daud (no. 903), Tirmidzi dalam kitab Asy-Syamail (no. 316) dan Ibnu Hibban (no. 753).

[2] Adz-Dzahabi. Siyar A’laam An-Nubala (4/190).

[3] As-Shanaani. Subulus Salam (1/209).

[4] Al-Khatthabi. Ma’alim As-Sunan (1/215).

[5] Badruddin Al-Aini. Syarah Sunan Abi Daud (4/126).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted