
SYARAH KITAB ‘UMDAH AL-AHKĀM(1)
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: بَيْنَمَا النَّاسُ بِقُبَاءٍ فِي صَلاَةِ الصُّبْحِ إِذْ جَاءَهُمْ آتٍ، فَقَالَ: إِنَّ النَّبِيَّ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ أُنْزِلَ عَلَيْهِ اللَّيْلَةَ قُرْآنٌ، وَقَدْ أُمِرَ أَنْ يَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ، فَاسْتَقْبِلُوهَا. وَكَانَتْ وُجُوهُهُمْ إِلَى الشَّامِ، فَاسْتَدَارُوا إِلَى الْكَعْبَةِ .
Artinya:
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Ketika orang-orang di Quba sedang melaksanakan salat Subuh, datang seseorang kepada mereka dan berkata, ‘Sesungguhnya pada malam ini telah diturunkan wahyu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau diperintahkan untuk menghadap ke arah Ka’bah. Maka, (salatlah) menghadap Ka’bah!’ Sebelumnya, wajah mereka menghadap ke Syam, lalu mereka pun berbalik arah menghadap ke Ka’bah
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dalam Ṣaḥīḥ-nya, Kitābu al-Qiblah, Bāb Maa Jaa fī al-Qiblah, no. 395 dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Ṣaḥīḥ-nya, Kitābu al-Masājid wa Mawādhi’ ash Shālah, Bāb Tahwīl al-Qiblah min al-Quds ilaa al-Ka’bah (Bab Perpindahan Kiblat dari Quds ke Ka’bah), no. 526.
Syarah dan Faedah Yang Terkandung Dalam Hadis Ini:
- Pada awalnya, kiblat salat adalah Baitul Maqdis. Nabi ﷺ telah salat menghadap ke sana selama enam belas bulan. Kemudian datang perintah untuk beralih menghadap ke Ka’bah sebagaimana dijelaskan dalam hadis ini.
- Hadis ini juga menunjukkan bahwa seseorang yang telah berusaha mencari arah kiblat lalu mengerjakan shalat, kemudian ternyata arah kiblatnya keliru, maka tidak diwajibkan mengulang salatnya, baik ia mengetahuinya saat shalat atau setelahnya.
- Jika seseorang mengetahui kesalahan arah kiblat saat sedang salat dan sebelumnya telah berusaha mencarinya, maka ia langsung berpindah ke arah kiblat yang benar dan melanjutkan salatnya. Sebagaimana jemaah masjid Quba yang semula salat menghadap Baitul Maqdis lalu diperintahkan untuk menghadap Ka’bah, mereka langsung berbalik arah dan menyempurnakan salat.
- Hadis ini juga menunjukkan betapa kuatnya respons para sahabat terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, serta sikap cepat tanggap mereka dalam mematuhinya. Cukup bagi mereka satu orang memberikan kabar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk segera bertindak.
Footnote:
(1) Diterjemahkan dan disadur dari kitab “Mūjaz al-Kalām ‘ala ‘Umdah al-Ahkām” karya Dr. Manṣūr bin Muhammad Al-Ṣaq’ūb hafizhahullāh.














![HADIS PERTAMA: ALLAH MAHAKUASA ATAS SEGALA SESUATU السيرة الذاتية []](https://markazsunnah.com/wp-content/uploads/2026/06/السيرة_الذاتية_20260603_143914_00001-100x70.png)

