KAPAN MUAZIN MENOLEH KE KANAN DAN KE KIRI SAAT AZAN?Perkiraan waktu baca: 2 menit

113
Fix

SYARAH KITAB ‘UMDAH AL-AHKĀM(1)

عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ وَهْبِ بْنِ عَبْدِ اللهِ السُّوَائِيِّ رضي الله عنه، قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فِي قُبَّةٍ لَهُ حَمْرَاءَ مِنْ أَدَمٍ ـ قَالَ: فَخَرَجَ بِلاَلٌ بِوَضُوءٍ، فَمِنْ نَاضِحٍ وَنَائِلٍ، قَالَ: فَخَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ، كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ سَاقَيْهِ، قَالَ: فَتَوَضَّأَ، وَأَذَّنَ بِلاَلٌ، قَالَ: فَجَعَلْتُ أَتَتَبَّعُ فَاهُ هَاهُنَا وَهَاهُنَا، (يَقُولُ يَمِينًا وَشِمَالاً) يَقُولُ: حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، ثُمَّ رُكِزَتْ لَهُ عَنَزَةٌ، فَتَقَدَّمَ وَصَلَّى الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ صَلَّى العَصْرَ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لَمْ يَزَلْ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ حَتَّى رَجَعَ إِلَى الْمَدِينَةِ

Artinya:

Abu Juhfah Wahb bin Abdillah al-Suwā`i radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di sebuah kemah milik beliau yang berwarna merah dari pelepah kurma. Bilal radhiyallahu ‘anhu pun keluar dengan air wudu. Ada yang memercikan air dan ada juga yang mendulangnya. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun keluar dengan mengenakan jubah merah seakan-akan aku melihat putihnya betis beliau. Beliau pun lalu berwudu dan Bilal mengumandangkan azan. Aku memperhatikan mulut beliau ke sana ke mari (ke kanan dan ke kiri) sembari mengucapkan, ‘Hayya ‘alasshalah dan hayya ‘alalfalah’. Lalu ditancapkan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebatang tombak. Beliau pun maju dan mengerjakan salat Zuhur dua rakaat lalu mengerjakan salat Ashar dua rakaat. Kemudian beliau terus mengerjakan salat (dengan cara demikian) dua rakaat hingga beliau sampai di Madinah.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhārī dalam Ṣaḥīḥ-nya, Kitābu al-Wudhu‘, Bāb Isti’māl Fadhl Wudhu’ an-Nās (Bab Menggunakan Kelebihan Wudu Manusia), no. 185, dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Ṣaḥīḥ-nya, Kitābu ash-Shalāh, Bāb Sutrah al-Mushalli (bab Sutrah Orang yang Salat), no. 503. Redaksi hadis ini sesuai periwayatan Imam Muslim.

Baca juga:  TANAH ADALAH MEDIA BERWUDU PENGGANTI AIR

Syarah dan Faedah Yang Terkandung Dalam Hadis Ini:

  1. Hadis ini menunjukkan bahwa muazin disyariatkan untuk menolehkan wajahnya guna memperdengarkan suara azannya ketika ia menyebut lafaz hayya ‘ala assalah ke arah kanan dan hayya ‘ala alfalah ke arah kiri.
  2. Gerakan ini hanya dilakukan ketika azan, sedangkan saat mengumandangkan iqamat hal ini tidak disunahkan karena iqamat sejatinya hanyalah tanda akan dilaksanakannya salat bagi orang-orang yang sudah berada di tempat salat maka tidak perlu menoleh. Di sisi lain, iqamat juga dibaca cepat, oleh karena itu tidak menoleh lebih sesuai.(2)
  3. Hadis ini juga mengajarkan disunahkannya meletakkan sutrah di depan orang yang salat karena dikhawatirkan ada orang yang melintas di depannya, sutra berfungsi mencegah hal tersebut. Di sisi lain, dengan adanya sutrah, pandangan orang yang salat juga lebih terjaga.
  4. Sutrah disunahkan bagi imam atau orang yang salat sendiri meskipun tidak dikhawatirkan adanya orang yang akan melintasinya. Sedangkan bagi makmum, tidak disunahkan meletakkan sutrah di hadapannya karena sutrah imam adalah sutrah bagi makmumnya.

Footnote

(1) Diterjemahkan dan disadur dari kitab “Mūjaz al-Kalām ‘ala ‘Umdah al-Ahkām” karya Dr. Manṣūr bin Muhammad Al-Ṣaq’ūb hafizhahullāh.

(2) Lihat : al-Inshaf karya al-Mardawi (3/79) dan al-Majmu’ karya An-Nawawi (3/107).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted