HADIS KESEBELAS: LEMAH LEMBUT KEPADA ANAK KECIL DAN MEMPERHATIKAN TINGKATAN UMURNYA

249
LEMAH LEMBUT KEPADA ANAK KECIL DAN MEMPERHATIKAN TINGKATAN UMURNYA
Perkiraan waktu baca: 1 menit

40 HADIS PENDIDIKAN ANAK[1]

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي إِحْدَى صَلَاتَيِ الْعِشَاءِ وَهُوَ حَامِلٌ حَسَنًا أَوْ حُسَيْنًا، فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَهُ، ثُمَّ كَبَّرَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّى فَسَجَدَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ صَلَاتِهِ سَجْدَةً أَطَالَهَا، قَالَ أَبِي: فَرَفَعْتُ رَأْسِي وَإِذَا الصَّبِيُّ عَلَى ظَهْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَهُوَ سَاجِدٌ فَرَجَعْتُ إِلَى سُجُودِي، فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ قَالَ النَّاسُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّكَ سَجَدْتَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ صَلَاتِكَ سَجْدَةً أَطَلْتَهَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ أَوْ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْكَ، قَالَ: كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ

Artinya:

Dari ‘Abdullāh bin Syaddad, dari bapaknya, dia berkata, ‘Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam pergi kepada kami di dalam salah satu Salat Isya, ia membawa Ḥasan atau Ḥusain. Kemudian Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam ke depan dan meletakkannya, kemudian beliau bertakbir untuk salat lalu mengerjakan salat. Saat salat beliau sujud dengan lama, maka ayahku berkata, ‘Lalu aku mengangkat kepalaku, dan ternyata ada anak kecil di atas punggung Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam yang sedang sujud, lalu aku kembali sujud.’ Setelah Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam selesai salat, orang-orang berkata, ‘Wahai Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam saat salat engkau memperlama sujud, hingga kami mengira bahwa ada sesuatu yang telah terjadi atau ada wahyu yang diturunkan kepadamu.’ Beliau menjawab, ‘Bukan karena semua itu, tetapi cucuku menjadikanku sebagai kendaraan, maka aku tidak mau membuatnya terburu-buru, (aku biarkan) hingga ia selesai dari keperluannya (bermainnya).’”

Daftar Isi:

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Nasāi dalam al-Sunan, Kitab al-Taṭbīq, Bab Bolehkah Satu Sujud Lebih Panjang dari Sujud Lain, nomor 727, disahihkan oleh al-Albāni dan sanadnya sahih.

Baca juga:  HADIS PERTAMA: PENGARUH ORANG TUA TERHADAP AKIDAH ANAK

Kosakata Hadis

ارْتَحَلَنِي: menjadikanku tunggangan dengan cara menaiki punggungku.

Pelajaran

  1. Salah satu petunjuk ajaran Islam adalah bersikap lemah lembut kepada anak kecil.
  2. Disyariatkan mengikutkan anak kecil ke tempat-tempat ibadah agar mereka terbiasa dengannya. Tidak apa-apa membawa mereka ke masjid jika merasa aman dari perbuatan mereka dan mereka diawasi oleh orang tuanya.
  3. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain ketika ia butuh selama tidak mengganggu orang lain.
  4. Seorang pendidik harus memerhatikan tabiat anak kecil bahwa mereka banyak bergerak, bermain, dan semacamnya.
  5. Terus menerus bersikap tegas kepada anak kecil bukanlah metode pendidikan yang benar.
  6. Bersikap seimbang dalam mendidik anak kecil antara keseriusan dan permainan adalah metode mendidik yang tepat.

 

 


Footnote:

[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab al-Arba’ūn al-Jiyād fi Tarbiyah al-Aulād (Empat Puluh Hadis Pendidikan Anak) karya Syekh ‘Abd al-‘Azīz bin Muḥammad al-Ḥuwaiṭān hafiẓahullāh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments