HADIS KEDUA: SYAFAAT BAGI PARA SAHABAT AL-QURAN

171
HADIS KEDUA SYAFAAT BAGI PARA SAHABAT AL QURAN
Perkiraan waktu baca: 2 menit
image_pdfUnduh PDF

40 HADIS TENTANG PENGAGUNGAN AL-QURAN(1)

 REDAKSI HADIS:

عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ رَضِيَ الله عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Artinya: Dari Abu Umāmah al-Bāhilī radhiyallahu anhu berkata, ‘Saya mendengarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacalah al-Quran karena al-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi sahabatnya (orang yang sering membacanya)!’”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Ṣaḥīḥ Muslim; kitab al-Masājid wa Mawāḍi’ al-Ṣalāḥ, bab Keutamaan Membaca al-Quran dan Surah al-Baqarah, no. 804.

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Abu Umāmah al-Bāhili, seorang sahabat yang lebih dikenal dengan kuniah-nya. Nama asli beliau Ṣudai bin ‘Ajlān bin al-Hāriṡ al-Bāhili.

Beliau meriwayatkan hadis langsung dari Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wasallam dan juga dari beberapa sahabat seperti Umar bin al-Khatṭṭāb, Uṡmān bin ‘Affān, ‘Ali bin Abu Ṭālib, Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrāḥ, dan ‘Ubādah bin Ṣāmit radhiyallahu ‘anhum ‘ajma’in. Beberapa tabiin telah meriwayatkan dari beliau, di antaranya Abu Sallām al-Aswad, Makḥūl al-Syāmi, Rajā’ bin Ḥaiwah, dan Khālid bin Ma’dān.

Beliau berdomisili di Syam tepatnya di Homs. Sewaktu terjadi perang Ṣiffīn beliau bersama dengan ‘Ali bin Abu Ṭālib radhiyallahu anhu. Beliau ikut dalam baiat al-Riḍwān dan sewaktu haji wadak bersama Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam usia Abu Umāmah al-Bāhili berusia 30 tahun.

Abu Umāmah wafat pada tahun 86 H dalam usia 106 tahun. menurut Ibn ‘Uyainah beliau adalah sahabat yang terakhir wafat di Syam –radhiyallahu anhu-.(2)

Baca juga:  HADIS PERTAMA: AHLU AL-QUR’ĀN ADALAH ORANG DEKAT DAN ORANG KHUSUS ALLAH AZZA WA JALLA

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

اقْرَءُوا: dari qara`, dan asal makna dari lafaz ini adalah “mengumpulkan,” dan apa saja yang kamu kumpulkan berarti kamu telah membacanya.

شَفِيعًا: seseorang memberi syafaat kepada orang lain apabila memenuhi keperluannya lalu menolongnya.

لِأَصْحَابِهِ: menunjukkan mendekatkan sesuatu dengan sahabatnya, setiap sesuatu menyesuaikan dan mencocokkan dengan sesuatu berarti dia telah bersahabat dengannya.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Al-Quran adalah teman yang paling setia, maka perbaikilah persahabatanmu dengannya di dunia agar kelak di akhirat dia membalas kebaikanmu dan menolongmu.
  2. Persahabatan yang hakiki bukan sekadar klaim semata, tapi ia harus ditunjukkan dengan perbuatan dan pemberian, dan untuk al-Quran ia ditunjukkan dengan membaca dan mengamalkannya.
  3. Jadikan al-Quran sebagai bacaan sehari-harimu.
  4. Hendaknya kamu memiliki waktu tiap harinya untuk bermajelis dan berinteraksi dengan al-Quran; caranya dengan membaca, memahami, menadaburi, dan mengamalkannya.
  5. Berlama-lamalah dengan al-Quran, karena lamanya engkau duduk bersama dia akan menumbuhkan rasa cinta dan sayang kepadanya.

 

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

(2) Lihat biografi beliau lebih lengkap di: al-Ṭabaqāt al-Kubra karya Muḥammad bin Sa’ad (7/288), al-Istī’āb fi Ma’rifah al-Aṣḥāb karya Ibn ‘Abd al-Bar (2/736), Usd al-Gābah karya Ibn al-Aṣīr (3/15) dan al-Iṣābah karya Ibn Ḥajar al-‘Asqalāni (3/339).

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments