HADIS KE-32: MENDIDIK ANAK DALAM HAL ADAB-ADAB MAKAN

160
(jpg) Hadis ke-32
Perkiraan waktu baca: 1 menit

40 HADIS PENDIDIKAN ANAK[1]

عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كُنْتُ فِي حِجْرِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي: «يَا غُلَامُ، سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ»

Artinya:

Dari ‘Umar bin Abu Salamah raḍiyallahu’anhuma beliau berkata, “Dahulu saya berada di bawah asuhan Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam dan tanganku berseliweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai anak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu!’”

Daftar Isi:

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhāri dalam al-Ṣaḥīḥ dalam Kitab al-Aṭ’imah Bab Mengucapkan Bismillah dan Makan dengan Tangan Kanan nomor 5376 dan Imam Muslim dalam al-Ṣaḥīḥ dalam Kitab al-Asyribah Bab Adab-adab dan Hukum-hukum Makan dan Minum nomor 2022.

Kosakata

تَطِيشُ: Artinya bergerak dan memanjang ke sisi-sisi nampan dan tidak mencukupkan diri dengan satu tempat.

الصَحْفَة: seperti القَصْعَة (nampan) jamaknya صِحَاف. al-Kisāi berkata, “Nampan yang paling besar disebut jafnah, kemudian disusul qas’ah yang cukup untuk sepuluh orang, ṣaḥfah untuk lima orang, mi’kalah untuk dua orang, dan ṣuḥaifah untuk satu orang.[2]

Pelajaran

  1. Mendidik anak dalam hal adab-adab makan.
  2. Di antara adab-adab makan adalah membaca bismillah di awal, makan dengan tangan kanan, memakanan makanan yang ada di dekatnya, mengucapkan hamdalah di bagian akhir.
  3. Urgensi peran orang tua dalam membiasakan anak dalam adab-adab makanan.
  4. Urgensi adab dalam Islam, di antaranya adab makan dan minum.
  5. Memperbaiki kekeliruan anak didik pada ketika ia melakukan kekeliruan tersebut membantunya untuk meluruskan sikapnya yang keliru tersebut.
  6. Terkadang seorang pendidik menggunakan lafaz yang kuat dan berkesan agar anak didik patuh. Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wasallam memulai pengarahannya dengan lafaz “wahai” kemudian melanjutkannya dengan kata perintah “Makanlah dengan ….!”
  7. Meluruskan sikap anak didik dilakukan diseluruh keadaan, bukan hanya dalam proses belajar mengajar.
  8. Sesungguhnya pendidikan di tengah-tengah aktivitas dan peristiwa adalah pendidikan yang berkesan.
  9. Wajibnya makan dengan tangan kanan karena Nabi memerintahkan hal tersebut dan tidak ada dalil yang memalingkannya dari kewajiban. Demikian yang ditarjih oleh Ibn ‘Abd al-Bar, Ibn Ḥazm, Ibn Ḥajar, dan Ibn ‘Uṡaimīn. Imam empat mazhab berkata, “Perintah tersebut dimaknai dengan anjuran.”
Baca juga:  HADIS KE-26: TIDAK MENGEKANG ANAK DARI PERMAINAN YANG MUBAH

 


Footnote:

[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab al-Arba’ūn al-Jiyād fi Tarbiyah al-Aulād (Empat Puluh Hadis Pendidikan Anak) karya Syekh ‘Abd al-‘Azīz bin Muḥammad al-Ḥuwaiṭān hafiẓahullāh.

[2] Tahdzīb al-Lughah (4/149).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments