HADIS KE-18: DISYARIATKANNYA MENGAJARKAN DAN MENANAMKAN AKIDAH PADA DIRI ANAK

71
HADIS KE DISYARIATKANNYA MENGAJARKAN DAN MENANAMKAN AKIDAH PADA DIRI ANAK
Perkiraan waktu baca: 2 menit

40 HADIS PENDIDIKAN ANAK[1]

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا، فَقَالَ: «يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ، احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ»

Artinya:

Dari ‘Abdullāh bin ‘Abbās radhiyallahu anhuma berkata, “Aku pernah berada di belakang Rasulullah ṣallallāhu‘alaihiwasallam pada suatu hari, beliau bersabda, ‘Wahai nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat: jagalah Allah niscaya Dia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya di hadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah! Ketahuilah sesungguhnya seandainya umat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apapun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran catatan telah kering.

Daftar Isi:

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Tirmiẓi dalam al-Sunan dalam Abwāb Sifah al-Qiyāmah al-Raqāiq wa al-Waranomor 2516. Al-‘Uqaili berkata, “Sanad-sanad hadis ini ada kelemahannya.” Ibn Rajab berkata, “Ḥasan jayyid.”  Hadis ini juga dihasankan oleh Ibn Ḥajar dan al-Ṣan’āni. Yang mensahihkan hadis ini adalah al-Tirmiżi, ‘Abd al-Ḥaq, dan al-Albāni. Al-Tirmiżi berkata, “Hadis ini hasan sahih.” Ibn Taimiyyah berkata, “Ini di antara yang paling sahih yang diriwayatkan.” Isnadnya sahih.

Baca juga:  HADIS KETIGA: KESALEHAN ANAK BERMANFAAT BAGI ORANG TUA SETELAH KEDUANYA WAFAT

Pelajaran

  1. Disyariatkannya mengajarkan ilmu kepada anak.
  2. Pendidikan anak dimulai dengan ilmu-ilmu terpenting seperti akidah dan hal tersebut ditanamkan dalam dirinya.
  3. Urgensi menjadikan anak terpaut dengan Allah untuk menguatkan imannya serta mengajarinya bahwa Allah-lah yang memberikan manfaat dan mudarat.
  4. Bolehnya membonceng anak-anak di atas kendaraan jika kendaraannya memungkinkan.
  5. Dekatnya seorang pendidik dengan anak didiknya. Perkataan beliau, “Aku pernah berada di belakang ṣallallāhu‘alaihiwasallam pada suatu hari…” di dalamnya ada kedekatan, pengaruh positif, dan kesiapan perhatian untuk belajar, menguatkan hubungan antara keduanya sehingga murid siap untuk menerima pengajaran sang guru.
  6. “Jagalah Allah!” artinya jagalah batasan-batasan, hak-hak, dan perintah-perintah, serta larangan-larangan-Nya.
  7. Memotivasi anak untuk berdoa dan berharap kepada Allah.
  8. Mengajarkan anak untuk meminta tolong kepada Allah dan bahwa Allah-lah penolong yang sesungguhnya dalam meraih manfaat dan menolak mudarat.
  9. Seorang pendidik wajib membiasakan anak untuk mandiri dan tidak bersandar kepada siapa pun kecuali Allah.
  10. Penjelasan bahwa Allah-lah pemberi manfaat dan mudarat.
  11. Penjelasan bahwa apa yang menimpa seorang hamba di dunia ini berupa mudarat atau manfaat telah ditakdirkan baginya.

 

 


Footnote:

[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab al-Arba’ūn al-Jiyād fi Tarbiyah al-Aulād (Empat Puluh Hadis Pendidikan Anak) karya Syekh ‘Abd al-‘Azīz bin Muḥammad al-Ḥuwaiṭān hafiẓahullāh.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments