HADIS HUKUM MENCELA DAN MEMERANGI MUSLIM

69
HADIS HUKUM MENCELA DAN MEMERANGI MUSLIM
Perkiraan waktu baca: 2 menit

REDAKSI HADIS:

عَنْ عَبْدِ  اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran.”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhāri dalam kitabnya, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī; kitab al-Adab, Bab “Mencela dan Melaknat yang Dilarang, nomor 6044 dan Imam Muslim dalam kitabnya, Ṣaḥīḥ Muslim; kitab al-Īmān, Bab Mencela Seorang Muslim Adalah Kefasikan dan Memeranginya Adalah Kekufuran, no. 64.

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Nama beliau Abdullāh bin Mas’ūd bin Ghāfil al-Hudzalī, kuniahnya: Abu Abdurrahmān. Beliau termasuk di antara sahabat-sahabat yang awal kali masuk Islam, sempat berhijrah dua kali yaitu ke Habasyah (Ethiopia) dan hijrah kedua ke Madinah. Beliau hadir dan menjadi pahlawan perang Badar dan juga tidak pernah absen di perang-perang setelahnya. Beliau termasuk di antara sahabat yang menjadi pelayan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau juga termasuk di antara ulama di kalangan sahabat, ilmu beliau tersebar karena begitu banyak murid-murid beliau yang mengambil ilmu darinya.

Abdullah bin Mas’ud wafat di kota Madinah pada tahun 32 H dalam usia lebih dari 60 tahun, radhiyallahu anhu(1).

FAEDAH DAN KESIMPULAN:

  1. Dosa mengumpat dan memerangi sesama muslim.
  2. Mengumpat dan mencela muslim adalah perbuatan kefasikan.
  3. Memerangi muslim adalah perbuatan kekufuran.
  4. Dosa bertingkat-tingkat kedudukan dan hukumannya di sisi Allah azza wajalla.
  5. Kemuliaan seorang muslim di sisi Allah tabaraka wataala.
  6. Hadis ini merupakan bantahan yang jelas bagi kaum Murjiah yang berkeyakinan bahwa keimanan seseorang tidak dipengaruhi oleh maksiat dan dosa(2).
  7. Para ulama menjelaskan beberapa makna kekufuran dalam hadis ini, di antaranya(3):
  8. Kufur dalam arti sebenarnya yaitu keluar dari agama Islam bagi mereka yang memerangi saudaranya sesama muslim dan menghalalkan perbuatan tersebut.
  9. Kufur yang dimaksud adalah kufur nikmat karena ukhuwah islamiah adalah di antara nikmat yang terbesar.
  10. Memerangi kaum muslimin adalah layaknya perbuatan orang-orang kafir.
Baca juga:  URGENSI ILMU DAN MERUJUK KEPADA ULAMA DALAM INGKAR MUNGKAR

 


Footnote:

(1) Lihat biografi lengkap Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu di: Al-Isti’āb karya Ibn Abdilbarr (3/987), Usdu al-Ghābah karya Ibn al-Atsīr (3/381), dan al-Ishābah karya Ibnu Hajar (4/ 198).

(2) Lihat: Syarhu Shahīh al-Bukhārī karya Ibnu Baththāl (1/110-111) dan Fathu al-Bārī karya Ibnu Rajab al-Hambali (1/201).

(3) Lihat: A’lām al-Hadīts karya al-Khaththābī (1/178), Ikmāl Mu’lim bi Fawāid Muslim karya Qādhī al-‘Iyādh (1/322), Al-Minhāj Syarhu Shahīh Muslim bin al-Hajjāj karya al-Nawawi (2/54) dan ‘Umdah al-Qāri’ karya al-‘Ainī (1/279).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments