
SYARAH KITAB ‘UMDAH AL-AHKĀM[1]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ الْخَطْمِيِّ الأَنْصَارِيِّ -رضي الله عنه-، قَالَ: حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ (وَهُوَ غَيْرُ كَذُوبٍ) قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ: لَمْ يَحْنِ أَحَدٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَقَعَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- سَاجِدًا، ثُمَّ نَقَعُ سُجُودًا بَعْدَهُ
Abdullah bin Yazid al-Khatmi al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Al-Bara’ (dan ia bukan seorang pendusta) menceritakan kepadaku, ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila mengucapkan Sami‘allāhu liman ḥamidah, maka tidak seorang pun dari kami menundukkan punggungnya (untuk sujud) sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam benar-benar sujud, barulah kami sujud setelah beliau.’”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya al-Shahīh; kitab al-Jamā’ah wa al-Imāmah, bab Matā yasjudu man khalfa al-Imām (Kapan Makmum Melakukan Sujud Setelah Imam), no. 690, dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya al-Shahīh; kitab al-Shalāh, bab Mutāba’ah al-Imām wa al-‘amal ba’dahu (Mengikuti Imam dan Melakukan Gerakan Setelahnya), no. 474.
Faedah Yang Terkandung Dalam Hadis Ini:
- Hadis ini menunjukkan bahwa makmum wajib mengikuti imam
- Hendaknya setiap gerakan makmum dilakukan setelah imam menyelesaikan gerakannya.
- Hendaknya makmum tidak turun untuk mengerjakan sujud sebelum imam meletakkan dahinya di tanah. Demikian pula dengan gerakan salat lainnya. Inilah yang dijelaskan oleh al-Bara’ radhiyallahu ‘anhu tentang perbuatan Nabi e dan para sahabatnya.
Footnote:
[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab “Mūjaz al-Kalām ‘ala ‘Umdah al-Ahkām” karya Dr. Manṣūr bin Muhammad Al-Ṣaq’ūb hafizhahullāh.
















