HADIS KETIGA PULUH LIMA: WASPADA TERHADAP MELALAIKAN MEMANAHPerkiraan waktu baca: 1 menit

11
HADIS TENTANG OLAHRAGA []

40 HADIS TENTANG OLAH RAGA(1)

REDAKSI HADIS:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَعَلَّمَ الرَّمْيَ ثُمَّ نَسِيَهُ فَهِيَ نِعْمَةٌ كَفَرَهَا. (رواه الطبراني)

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa telah mempelajari keterampilan memanah kemudian meninggalkannya, maka sungguh ia telah mengingkari salah satu nikmat.” (H.R. Ath-Thabarānī).

TAKHRIJ HADIS:

     Hadis ini diriwayatkan oleh ath-Thabarānī dalam al-Mu’jam al-Awsath, no. 4189. Al-Hafizh al-Mundziri berkata, “Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bazzār dan ath-Thabarānī dalam al-Mu’jam ash-Shaghīr dan al-Mu’jam al-Awsath dengan sanad yang hasan.”(2)

     Al-Haitsami berkata, “Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bazzār dan ath-Thabarānī dalam al-Mu’jam ash-Shaghīr dan al-Mu’jam al-Awsath. Dalam sanadnya terdapat Qais bin ar-Rabi’, yang dinilai tsiqah oleh Syu’bah, ats-Tsauri, dan ulama lainnya. Namun, sejumlah ulama menilainya dha’if. Adapun para perawi lainnya adalah tsiqah.”(3)


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku Al-Arba’ūn Al-Riyādhiyyah Arba’ūna Hadītsan fī Fadhāil al-Riyādhah, karya Syekh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf hafizhahullah, diterbitkan oleh Dār al-Thayyibah lin Nasyr wa al-Tawzi’ di Riyadh-Saudi Arabia, Cetakan Pertama, tahun 1425H/2004M.

(2) At-Targhib wa at-Tarhib (2/282).

(3) Majma’ az-Zawā’id (5/269–270).

Baca juga:  KEWAJIBAN MANDI JANABAH JIKA DUA KHITAN TELAH BERSENTUHAN
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted