BAB SAF (BARISAN DALAM SALAT)Perkiraan waktu baca: 2 menit

51

SYARAH KITAB ‘UMDAH AL-AHKĀM[1] 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: سَوُّوا صُفُوفَكُمْ، فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Rapatkanlah saf kalian, karena merapatkan saf termasuk bagian dari kesempurnaan salat’.”

عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رضي الله عنهما، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ: لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ.

Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Hendaklah kalian merapatkan saf kalian, atau Allah akan menjadikan wajah-wajah kalian saling berselisih’.”

وَلِمُسْلِمٍ: كَانَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- يُسَوِّي صُفُوفَنَا، حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ، حَتَّى رَأَى أَنْ قَدْ عَقَلْنَا، ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ، حَتَّى كَادَ أَنْ يُكَبِّرَ، فَرَأَى رَجُلاً بَادِيًا صَدْرُهُ، فَقَالَ: عِبَادَ اللهِ، لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

Dalam riwayat Muslim: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merapikan saf kami, seolah-olah meratakan anak-anak panah, hingga beliau melihat bahwa kami telah memahami. Lalu suatu hari beliau keluar dan hampir saja bertakbir, beliau melihat seorang laki-laki yang bagian dadanya menonjol ke depan. Beliau pun bersabda, ‘Wahai hamba-hamba Allah! Rapatkanlah saf kalian, atau Allah akan akan menjadikan wajah-wajah kalian berselisih’.”

Takhrij Hadis:

Hadis Anas bin Malik diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya al-Shahīh; kitab al-Jamā’ah wa al-Imāmah, bab Taswiyah al-Shufūf ‘inda al-Iqāmah wa Ba’dahā, no. 686, dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya al-Shahīh; kitab al-Shalāh, bab Taswiyah al-Shufūf wa Iqāmatihā (Meluruskan dan Menegakkan Saf), no. 433. Lafaz hadis ini sesuai redaksi Imam Muslim.

Baca juga:  JIHAD HARUS SEIZIN KEDUA ORANG TUA

Hadis Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitabnya al-Shahīh; kitab al-Jamā’ah wa al-Imāmah, bab Taswiyah al-Shufūf ‘inda al-Iqāmah wa Ba’dahā, no. 685, dan juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya al-Shahīh; kitab al-Shalāh, bab Taswiyah al-Shufūf wa Iqāmatihā (Meluruskan dan Menegakkan Saf), no. 436.

Riwayat ketiga yang disebutkan diriwayatkan oleh Imam Muslim juga terdapat dalam kitabnya al-Shahīh; kitab al-Shalāh, bab Taswiyah al-Shufūf wa Iqāmatihā (Meluruskan dan Menegakkan Saf), no. 436.

Syarah dan Faedah Yang Terkandung Dalam Hadis Ini:

  1. Hadis-hadis ini membahas tentang merapikan saf dalam salat. Ini adalah keistimewaan umat Islam yang menyerupai saf para malaikat di langit. Dalam hadis Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فُضِّلْنَا عَلَى النَّاسِ بِثَلَاثٍ: –ومنها- جُعِلَتْ صُفُوفُنَا كَصُفُوفِ الْمَلَائِكَةِ

Artinya: “Kita diberi keutamaan atas umat-umat lain dalam tiga hal: (salah satunya adalah) dijadikan saf kita seperti saf para malaikat.”2

  1. Mayoritas ulama berpendapat bahwa merapikan saf adalah sunah3, berdasarkan hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu (artinya), “Rapatkanlah saf kalian, karena merapikan saf bagian dari kesempurnaan salat”. Kesempurnaan adalah sesuatu yang lebih dari sekadar sahnya ibadah, dan meninggalkannya dapat menyebabkan perpecahan hati. Ini diambil dari sabda beliau (artinya), “Rapatkanlah saf kalian, atau Allah akan akan menjadikan wajah-wajah kalian berselisih.”
  2. Hadis ini menunjukkan bahwa seorang imam sepatutnya memperhatikan kerapian dan keteraturan barisan (saf) dalam salat berjemaah. Dalam sebuah hadis disebutkan (artinya), “Imam adalah penanggung jawab (penjamin)”4, yang menunjukkan tanggung jawabnya dalam memastikan kesempurnaan salat berjemaah, termasuk dalam hal merapikan saf.
  3. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri memberi perhatian besar terhadap hal ini, baik melalui sabda maupun perbuatannya. Sebagaimana dikisahkan oleh an-Nuʿmān, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merapikan saf sebagaimana merapikan anak panah.
  4. Dalam riwayat al-Barā’ radhiyallāhu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berjalan di antara barisan dari satu sisi ke sisi lain, merapikan pundak dan dada para sahabat, seraya bersabda, “Janganlah kalian berbeda-beda (dalam barisan), karena itu akan menyebabkan perpecahan hati kalian.”5
Baca juga:  HADIS WAKTU-WAKTU PELAKSANAAN SALAT

Footnote:

[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab “Mūjaz al-Kalām ‘ala ‘Umdah al-Ahkām” karya Dr. Manṣūr bin Muhammad Al-Ṣaq’ūb hafizhahullāh.

2 HR. Muslim (no. 522).

3 Lihat: Al-Mughni karya Ibn Qudamah (1/333); Badai’ al-Shana’i fi Tartib al-Shara’i karya Al-Kasani (1/159); dan Al-Fawakih al-Dawani ‘ala Risalah Ibn Abi Zayd al-Qayrawani karya Al-Nafrawi (1/211).

4 HR. Ahmad (no. 7169), Abu Dawud (no. 517), dan Tirmizi (no. 207).

5 HR. Abu Dawud (no. 864) dan Nasa’i (no. 811).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted