PERMISALAN TENTANG MUKMIN YANG ISTIKAMAH

231
Perkiraan waktu baca: 2 menit
image_pdfUnduh PDF

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. Dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (Q.S. Fushshilat: 30)

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا، وَإِنَّهَا مَثَلُ المُسْلِمِ، فَحَدِّثُونِي مَا هِيَ ؟ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ البَوَادِي، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: وَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ، فَاسْتَحْيَيْتُ، ثُمَّ قَالُوا: حَدِّثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: هِيَ النَّخْلَةُ

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Di antara jenis pohon, ada yang tidak pernah gugur daunnya, dan itu adalah perumpamaan seorang muslim. Maka beritahukanlah kepadaku pohon apakah itu’?” Ibnu Umar berkata, “Sebagian sahabat menerka-nerka bahwa pohon itu adalah pepohonan yang tumbuh di daerah pedalaman, sedang terpikir olehku bahwa itu adalah pohon kurma. Namun aku merasa malu untuk menjawabnya.” Para sahabat kemudian bertanya, “Ceritakanlah kepada kami pohon apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Dia adalah pohon kurma.”[1]

⁕⁕⁕

Imam al-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa di antara metode pengajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dengan bertanya kepada para sahabatnya. Tujuannya ialah untuk menguji pemahaman para sahabat tentangnya, sekaligus mengajak mereka untuk berpikir dan memberikan perhatian terhadap ilmu yang akan diberikan.[2] Al-Muhallab rahimahullah mengatakan, sebagaimana dinukil oleh Ibnu Batthal, bahwa di antara tujuan lainnya ialah agar ilmu yang akan disampaikan oleh beliau kepada mereka lebih mudah diingat, karena ilmu yang disampaikannya melalui mudzakarah hampir-hampir tak dapat terlupakan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.[3]

Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memisalkan seorang muslim dengan sebuah pohon kurma yang memiliki keistimewaan tersendiri. Hal yang sama dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ. تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”[4]

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa pohon tersebut adalah pohon kurma. Ibarat seorang muslim, akarnya kokoh dengan iman dan takwa kepada Allah, perkataannya baik, perbuatannya saleh, amalannya senantiasa diangkat menjulang ke langit kepada Allah di setiap saat dan masa, di waktu pagi dan petang.[5]

Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah menjelaskan bahwa permisalan ini dikarenakan seorang muslim sejati adalah ia yang berpotensi memberikan kebaikan dan manfaat dengan segala yang dimilikinya, istikamah dalam beramal, ibarat pohon kurma yang mempunyai segudang manfaat, perlindungan yang diberikan di bawah terik mentari. Senantiasa berbuah sepanjang tahun dengan berbagai macam jenisnya dan khasiat yang luar biasa, serta tahan untuk disimpan dalam kurun waktu yang lama hingga manfaatnya tak terputus. Batangnya yang dapat dijadikan bahan bangunan atau alat pertukangan, tangkai daunnya yang dapat diolah menjadi bahan bakar masak, korset, gantungan pakaian, dan tikar. Daunnya yang digunakan menjadi tali, kekang hewan, dan isian bantal. Keindahan bentuk dan tegaknya pohon kurma, serta berbagai macam manfaat lainnya.[6]

Olehnya, seorang muslim hendaknya tak pernah berhenti dari amalan kebaikan, dari ibadah salat, puasa, zakat, infak, sedekah, dzikrullah, sebagaimana sepohon kurma tak pernah gugur daunnya dan senantiasa memberikan manfaat.

Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wahai Rasulullah, katakanlah kepada saya tentang Islam, sebuah perkataan yang tidak akan saya tanyakan kepada seorangpun selain engkau.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

قُلْ: آمَنْتُ بِاللهِ، فَاسْتَقِمْ.

“Katakanlah, ‘Saya beriman kepada Allah, kemudian istikamahlah’.”[7]

 


Footnote:

[1] H.R. Bukhari nomor 61 dan Muslim nomor 2811.

[2] Al-Minhaj, 17/154.

[3] Syarhul Misykat, 1/141.

[4] Q.S. Ibrahim ayat 24-25.

[5] Tafsir Ibnu Katsir, 4/491.

[6] Ikmalul Mu’lim, 8/345.

[7] H.R. Muslim nomor 38.

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments