HADIS HAID TIDAK MENGQADA SALAT YANG DITINGGALKANNYA

48
Hadis Haid Tidak Mengqada Salat Yang Ditinggalkannya
Perkiraan waktu baca: 1 menit

SYARAH KITAB ‘UMDAH AL-AHKĀM[1]

عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ -رضي الله عنها- فَقَلتُ: مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ، وَلا تَقْضِي الصَّلاةَ؟ فَقَالَتْ: أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ؟ فَقُلْتُ: لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ، وَلَكِنِّي أَسْأَلُ، فَقَالَتْ: كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ، فَنُؤَمَّرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ، وَلا نُؤَمَّرُ بِقَضَاءِ الصَّلاةِ

Artinya:

Mu’āżah berkata, “Saya pernah bertanya kepada ‘Ā’isyah raḍiyallāhu ‘anhā, ‘Mengapa wanita haid mengqada puasa namun tidak mengqada salat’? Beliau menjawab, ‘Apakah Anda ini orang Ḥarūrā`’? Saya pun menjawab, ‘Tidak, saya hanya bertanya’. Beliau mengatakan, ‘Kami juga dulu mengalami itu, kami pun diperintahkan untuk mengqada puasa dan tidak diperintahkan mengqada salat’.”

Daftar Isi:

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhārī dalam kitabnya al-Ṣaḥīḥ; kitab al-Ḥaiḍ, bab “Wanita Haid Tidak Mengqada Salat”, no. 315, dan Imam Muslim dalam kitabnya al-Ṣaḥīḥ; kitab al-Ḥaiḍ, bab “Wanita Haid Wajib Mengqada Puasa Tanpa Mengqada Salat”, no. 335. Lafaz hadis yang disebutkan di atas sesuai periwayatan Imam Muslim.

Syarah dan Faedah yang Terkandung dalam Hadis Ini:

  1. Ḥarūrā` adalah sebuah wilayah di Irak yang dekat dengan wilayah Kufah. Di wilayah inilah kelompok Khawarij mulai berkembang dan mulai melakukan pembangkangan terhadap ‘Ālī bin Abī Ṭālib. Kelompok ini kemudian dinisbahkan kepada wilayah ini.[2] Khawarij terkenal akan sikap keras kepala mereka yang berlebihan serta menyelisihi sunah Nabi. 
  2. Wanita haid diperintahkan mengqada puasa dan tidak mengqada salat. Al-Zuhrī berkata, “Telah terdapat ijmak kaum muslimin bahwa seorang wanita haid mengqada puasa dan tidak mengqada salat.”[3]
  3. Hal yang membedakan puasa dan salat adalah salat harus dikerjakan lima kali dalam sehari. Wanita yang haid selama 6-7 hari dalam sebulan akan meninggalkan sekurang-kurangnya 30 salat. Tentu mengqada 50 salat akan sangat memberatkan bagi wanita. Berbeda dengan puasa wajib yang hanya diwajibkan satu bulan penuh sepanjang tahun.
Baca juga:  MAKRUH HUKUMNYA MENCUCI ANGGOTA WUDU LEBIH DARI TIGA KALI

 

 


Footnote:

[1] Diterjemahkan dan disadur dari kitab “Mūjaz al-Kalām ‘ala ‘Umdah al-Aḥkām” karya Dr. Manṣūr bin Muḥammad al-Ṣaq’ūb hafiẓahullāh.

[2] Fatḥu al-Bārī, karya Ibnu Ḥajar (1/422).

[3] Fatḥu al-Bārī, karya Ibnu Rajab (2/133).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments