BAB: SEPERTI APA PERMULAAN WAHYU KEPADA RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM? (HADIS 2)

178
BAB SEPERTI APA PERMULAAN WAHYU KEPADA RASULULLAH ṢALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM HADIS KEDUA
BAB SEPERTI APA PERMULAAN WAHYU KEPADA RASULULLAH ṢALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM HADIS KEDUA
Perkiraan waktu baca: 3 menit
image_pdfUnduh PDF

Hadis 2

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُول.ُ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا

Dari ‘Ā’isyah, ibu kaum mukminin, bahwa al-Ḥāriṡ bin Hisyām bertanya kepada Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya wahyu turun kepada engkau?” Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Terkadang datang kepadaku seperti suara gemerincing lonceng dan cara ini yang paling berat buatku, lalu terhenti sehingga aku dapat mengerti apa yang disampaikan. Terkadang malaikat datang menyerupai seorang laki-laki lalu berbicara kepadaku, lalu aku ikuti apa yang diucapkannya.” Ā’isyah berkata, “Sungguh aku pernah melihat turunnya wahyu kepada beliau ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari yang sangat dingin lalu terhenti, dan aku lihat dahi beliau mengucurkan keringat.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini juga kembali disebutkan oleh Imam Bukhārī pada kitab Permulaan Penciptaan Makhluk, Bab  “Penjelasan tentang Malaikat” nomor 3215. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dalam kitab al-Faḍā’il, Bab “Keringat Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam di Waktu Dingin dan Ketika Wahyu Turun Kepadanya” nomor 2333.

Biografi Perawi Hadis[1]:

Hadis ini diriwayatkan oleh ‘Ā’isyah raḍiyallāhu ‘anhā dari sahabat yang lainnya yaitu Abū ‘Abdirraḥmān al-Ḥāriṡ bin Hisyām bin al-Mugīrah al-Qurasyi al-Makhzūmī. Beliau adalah saudara kandung dari musuh Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, yaitu ‘Amru bin Hisyām Abū Jahl. Al- Ḥariṡ ikut berperang bersama kaum musyrikin pada peristiwa Badr dan Uhud, namun beliau melarikan diri pada peperangan Badr, kemudian beliau memeluk agama Islam pada peristiwa Fatḥu Makkah.

Baca juga:  BAB: SEPERTI APA PERMULAAN WAHYU KEPADA RASULULLAH ṢALLALLĀHU ‘ALAIHI WA SALLAM?

Pada pemerintahan Amirul Mukminin, ‘Umar bin al-Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhu, beliau pindah bersama seluruh keluarganya dari Makkah menuju Syam. Beliau meninggal dunia pada peperangan yang terjadi di Syam sebagai seorang syahid dan ada pula yang berpendapat bahwa beliau meninggal pada peristiwa wabah ‘Umwas.

Fawaid Hadis:

  1. Lafaz hadis ini mengisyaratkan bahwa ‘Ā’isyah raḍiyallāhu ‘anhā juga hadir dalam majelis Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam ketika al-Ḥāriṡ bertanya kepada beliau. Sehingga sebagian ulama memasukkan hadis ini ke dalam Musnad ‘Ā’isyah. Namun disebutkan pula dalam riwayat yang lain bahwa ‘Ā’isyah hanya mendapatkan berita hadis ini dari al-Ḥāriṡ sehingga hadis ini tergolong ke dalam hadis Mursal Sahabat yang dihukumi sebagai hadis yang sanadnya bersambung.
  2. Hadis ini menjelaskan tentang dua cara atau proses turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam yaitu melalui suara gemerincing lonceng dan berubahnya Malaikat Jibril menjadi rupa seorang laki-laki. Kedua cara ini boleh jadi adalah yang paling sering terjadi kepada Nabi karena ada hadis-hadis lainnya yang menunjukkan cara atau proses lainnya, seperti melalui suara yang menyerupai bunyi lebah, ilham, mimpi yang benar, berjumpa dengan Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya, firman Allah saat Isra Mi’raj, dan sebagainya. Namun di antara ulama ada yang menafsirkan bahwa beberapa cara-cara tersebut kembali kepada dua cara yang disebutkan dalam hadis di atas.
  3. Suara lonceng terdiri dari dua unsur, yaitu: pertama, kuatnya suara lonceng tersebut; kedua, suara gemerincing yang dihasilkannya. Unsur pertama (kuatnya suara lonceng itu) adalah apa yang dimisalkan oleh Nabi dengan wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dalam hadis ini. Adapun unsur kedua, ia bukanlah maksud Nabi dalam hadis ini karena suara gemerincing lonceng telah dilarang di dalam agama Islam sebagaimana hadis Muslim bahwa para malaikat menjauh dari suara lonceng. Karenanya pula, tatkala Nabi hendak mengadakan lonceng sebagai penanda masuknya waktu salat, Allah mengajarkan yang lebih baik kepadanya yaitu azan melalui mimpi dua orang sahabat; ‘Abdullāh bin Zaid bin ‘Abdi Rabbihi dan ‘Umar bin Khaṭṭāb raḍiyallāhu ‘anhumā.
  4. Kata “ṣalṣalah” dimaknai sebagai wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril, atau ia adalah suara kepakan sayapnya.
  5. Datangnya wahyu seperti kuatnya suara lonceng adalah yang terberat bagi Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, artinya wahyu itu sangat berat bagi Nabi namun yang terberat adalah jenis di atas. Hal ini juga menjadi salah satu penafsiran “qaulan ṡaqīlan” di dalam surah al-Muzzammil: 5.
  6. Hadis ini menunjukkan bahwa Malaikat Jibril dapat merubah penggambaran dirinya seperti seorang pria. Cara penerimaan wahyu ini adalah yang paling mudah menurut Nabi Muhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam karena beliau seakan berbicara kepada seorang manusia biasa sebagaimana hadis Jibril yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Khaṭṭāb tentang makna Islam, Iman, dan Ihsan.
  7. Terdapat tambahan riwayat dalam hadis ini yang merupakan ucapan Ā’isyah raḍiyallāhu ‘anhā dimana beliau menyifatkan beratnya proses turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad yang ditandai dengan berkeringatnya beliau pada musim yang sangat dingin.
Baca juga:  BAB: SEPERTI APA PERMULAAN WAHYU KEPADA RASULULLAH SALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM? (HADIS 3)

 


Footnote:

[1] Lihat: al-Iṣābah fī Tamyīz Al-aḥābah, Jilid 1, hal. 697.

image_pdfUnduh PDF
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments