HADIS KETIGA BELAS: BERPEGANG TEGUH KEPADA AL-QUR’AN SEBAB HIDAYAH DAN KESELAMATAN

58
HADIS KETIGA BELAS BERPEGANG TEGUH KEPADA AL QURAN
Perkiraan waktu baca: 2 menit

40 HADIS PENGAGUNGAN AL-QUR’AN(1)

REDAKSI HADIS:

عن أبي شريح العدوي خويلد بن عمرو: خرج علينا رسولُ الله ﷺ فقال: أَبْشِرُوْا أَبْشِرُوْا، أَلَيْسَ تَشْهَدُوْنَ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَأَنِّيْ رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالُوْا: نَعَمْ، قال: فَإِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَبَبٌ، طَرَفُهُ بِيَدِ اللهِ، وَطَرَفُهُ بِأَيْدِيْكُمْ، فَتَمَسَّكُوْا بِهِ، فَإِنَّكُمْ لَنْ تَضِلُّوْا، وَلَنْ تَهلِكُوْا بَعْدَهُ أَبَدًا.

Artinya:

Dari Abū Syuraih al-‘Adawī Khuwailid bin Amrū raḍiyallāhu ‘anhu berkata, “Suatu ketika Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam keluar untuk menemui kami seraya bersabda, ‘Bergembiralah, berikanlah kabar gembira, bukankah kalian bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan-Nya’? Para sahabat menjawab, ‘Benar’. Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Al-Qur’an adalah tali, satu ujungnya di tangan Allah dan satu ujungnya lagi di tangan kalian, maka berpegang teguhlah dengannya, karena dengan itu kalian tidak akan tersesat dan tidak akan sengsara setelahnya, selamanya’.”

TAKHRIJ HADIS:

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibbān dalam kitabnya, al-Ṣaḥīḥ (lihat: al-Iḥsān, 1/329, no. 122). Hadis ini dinyatakan sahih oleh al-Albānī dalam al-Ta’liqāt al-Ḥisan ‘alā Ṣaḥīḥ Ibn Ḥibbān (1/223) dan dinyatakan hasan oleh al-Arnauṭ dalam tahkiknya terhadap Ṣaḥīḥ Ibn Ḥibbān (1/330).

BIOGRAFI SAHABAT PERAWI HADIS:

Sahabat ini dikenal dengan kuniyah-nya yaitu Abū Syuraih al-‘Adawī.  Ulama berbeda pendapat tentang namanya, sebagian mengatakan Khuwailid bin ‘Amrū, ada juga yang mengatakan ‘Amrū bin Khuwailid dan versi lain menyebut Ka’ab bin ‘Amrū atau Hanī. Pendapat yang terkuat, nama lengkap beliau adalah Khuwailid bin ‘Amrū bin Sakhr bin ‘Abdil ‘Uzza bin Mu’āwiyah al-Khuzā’ī. Abū Syuraih masuk Islam pada saat Fatḥu Makkah dan beliau yang mengusung bendera Bani Ka’ab bin Khuzā’ah pada saat itu. Beliau termasuk manusia yang tercerdas dan berdomisili di Madinah dan wafat di sana pada tahun 68 H.(2)

Baca juga:  HADIS KELIMA: SAKINAH TURUN BERCUCURAN KETIKA AL-QUR’AN DIBACAKAN

KOSA KATA DAN SYARAH HADIS:

  1. سَبَبٌ : al-sabab adalah al-habl (tali), menunjukkan panjangnya dan terbentang.
  2. طَرَفُهُ : menunjukkan batas dan ujung dari sesuatu.
  3. تَضِلُّوْا : hilang dan perginya sesuatau kepada yang bukan haknya.

FAEDAH DAN PELAJARAN HADIS:

  1. Memberi kabar gembira adalah di antara petunjuk Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.
  2. Al-Qur’an adalah jalan keselamatan sampai hari kemudian.
  1. Di antara bentuk keagungan Al-Qur’an adalah siapa saja yang berpegang teguh kepadanya akan menjadi sebab jalan keselamatan dan terhindar dari kesesatan dan kehancuran.
  2. Kembalilah kepada Al-Qur’an dalam setiap peristiwa kontemporer atau persoalan yang krusial, niscaya kamu mendapati hidayah dan cahaya di dalamnya.
  3. Kuatkanlah hubunganmu dengan Al-Qur’an ketika maraknya fitnah dan ujian.
  4. Hubungan dan dekatnya kamu dengan kepada Allah bisa dirasakan ketika kamu berpegang teguh kepada Al-Qur’an.

 


Footnote:

(1) Diterjemahkan dan disadur dari buku al-Arba’ūn Ḥadīṡan fī Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm, diterbitkan oleh al-Lajnah al-‘Ilmiyyah bi Masyrū’ Ta’ẓīm al-Qur’ān al-Karīm di Jeddah, Arab Saudi.

(2) Lihat: al-Isti’āb karya Ibn ‘Abdilbarr (2/455), Usdu al-Gābah karya Ibn al-Aṡīr (2/194), dan al-Iṣābah karya Ibn Hajar (7/173).

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments